Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Tahun Depan Diprediksi Bisnis Waralaba Akan Meningkat
06 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Para pelaku bisnis waralaba yakin, tahun depan usaha waralaba di Indonesia akan meningkat.

"Saya yakin, tahun depan jumlah waralaba di Indonesia akan naik 100 persen," kata Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar, usai pembukaan Pameran Waralaba di Jakarta Convention Center, Kamis (6/11). Menurut Anang, di Indonesia usaha waralaba yang paling banyak digemari adalah usaha makanan, salon kecantikan, pendidikan dan pusat kebugaraan. "Indonesia itu punya banyak makanan etnik yang bisa dijual, tapi kurang digali," ujarnya menerangkan.

Sebelumnya, Sekertaris Direktorat Perdagangan Dalam Negeri, Departemen Perindustrian dan Perdagangan Bachrul Khairi mengatakan, usaha waralaba merupakan salah satu alternatif untuk mendorong masyarakat melakukan wirausaha. Berdasarkan data yang ada, sampai Agustus 2003 di Indonesia terdapat 47 unit waralaba lokal dan 250 unit waralaba asing.

Jumlah ini, menurut Anang, tidak berimbang, mengingat jenis waralaba asing yang beredar menyajikan hal yang sama.
Ia mencontohkan, orang sudah terbiasa makan ayam di salah satu restoran cepat saji terkemuka. "Padahal Indonesia memiliki banyak makanan khas, seperti soto, sate, nasi goreng, gado-gado yang semuanya bisa dijadikan usaha waralaba," kata Anang.

Anang menuturkan, pengusaha Indonesia sejak peristiwa pemboman Hotel J.W. Marriot seperti kehilangan semangat berbisnis dan hanya menunggu nasib. Selain itu, dukungan dari pemerintah terhadap usaha waralaba ini juga kurang yang mengakibatkan perkembangannya sangat sulit. Padahal, lanjutnya, waralaba merupakan usaha kecil menengah (UKM) yang harus didukung sepenuhnya oleh pemerintah.

Ia mencontohkan, di Malaysia waralaba ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Sehingga, dari waralaba ini saja setiap tahunnya pemerintah Malaysia mendapat pemasukan RM 1 miliar. Hal ini dibenarkan oleh Utusan Dagang Pemerintah Malaysia, Nurul Sulaiman, yang menjadi salah satu peserta dalam pameran ini.



dewi retno/TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data