|
Ekbis
HKTI Minta Pemerintah Stop Impor Beras
06 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) meminta pemerintah tidak membuka kran impor beras selama musim tanam 2003/2004, agar harga gabah petani membaik. "Bulog juga tidak perlu impor beras. Beras di dalam negeri lebih dari cukup untuk saat ini," kata Ketua Umum HKTI, Siswono Yudo Husodo di Departemen Pertanian, Jakarta, Kamis (6/11).
Menurutnya, produksi padi dan gabah kering giling (GKG) 52 juta ton itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Tapi, masalahnya dalam mekanisme perdagangan beras internasional, pemerintah tidak bisa membuat kebijakan melarang impor. "Satu-satunya instrumen yang bisa diterapkan adalah menaikkan bea masuk," katanya.
Siswono menambahkan, penetapan kebijakan tarif impor yang tinggi saja tidak akan ada artinya jika penyelundupan masih jalan terus. "Karena itu, pemerintah juga harus segera memberantas penyelundupan," katanya.
Siswono menilai kebijakan tata niaga beras sudah cukup bagus. Saat ini, harga dasar gabah kering giling (GKG) Rp 1.750. "Itu saja jika bisa tercapai sudah cukup bagus," katanya.
Putri Alfarini - Tempo News Room
|