|
RI-Jerman Tandatangani Kerja Sama Keuangan
06 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Republik Federal Jerman, Kamis (6/11), menandatangani kerja sama keuangan sebagai realisasi konsultasi bilateral kedua negara pada Desember 2002. Persetujuan ditandatangani pelaksana harian Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Trijono Marjono, dengan kuasa usaha sementara Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Hermann Sausen.
Salah satu bentuk kerja sama adalah pendanaan proyek kereta api komuter Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. ?Dana yang diberikan untuk proyek ini merupakan pinjaman lunak sebesar 15 juta Euro,? kata Trijono Marjono. Dana ini merupakan bagian dari keseluruhan alokasi dana mixed financing sebesar 56,4 juta Euro. Sejumlah 13 juta Euro dialokasikan dari proyek-proyek yang diprogram ulang, sementara 28,2 juta Euro adalah dana dari kredit ekspor.
Bantuan ini berlaku untuk jangka waktu delapan tahun dan akan berakhir 31 Desember 2010. Pinjaman ini diberikan dengan bunga 0,75 persen untuk masa 40 tahun dan grace period 10 tahun. Apabila proyek-proyek tersebut tidak terlaksana, maka atas persetujuan kedua pemerintah, dana tersebut dapat digunakan untuk proyek lain dalam periode delapan tahun.
Hermann Sausen mengatakan, Pemerintah Jerman berharap adanya bantuan ini kepada Pemerintah Indonesia akan dapat menurunkan tingkat kemiskinan, meningkatkan sarana publik dan meningkatkan sistem pendidikan di Indonesia. Pihaknya optimis pemerintah Indonesia dapat mengembalikan pinjaman lunak ini sesuai dengan masa waktunya. ?Dan kami percaya Indonesia akan menggunakan dana ini sesuai dengan tujuannya,? katanya kepada Tempo News Room.
Sasaran proyek kereta api komuter Jabotabek adalah perbaikan jaringan perkeretaapian di wilayah Jakarta dan sekitarnya, melalui pengadaan 10 rangkaian kereta api listrik baru (40 unit), rehabilitasi 32 rangkaian kereta api, perbaikan prasarana di Depo Manggarai. ?Kami memilih Jabotabek karena dua juta penduduk setiap harinya menggunakan kereta api listrik,? kata Direktur Perkeretaapian, Harris Fadilah.
Poernomo G. Ridho - Tempo News Room
|