TEMPO Interaktif, Jakarta:Nissan Motor Co. memperkirakan proses penarikan 24 tipe kendaraannya akan berlangsung hingga Maret 2005.
Selain karena penarikan ini berlangsung di seluruh dunia, juga karena proses ini akan berlangsung secara bertahap. Hal ini disampaikan oleh PR Manager PT. Nissan Motor Indonesia Dinne Musu kepada Tempo News Room,Rabu (5/11).
Menurut Dinne, proses recall Nissan kepada sejumlah tipe kendaraannya ini tidak mungkin berlangsung cepat. "Apalagi ini sudah akhir tahun. Kemungkinannya untuk Indonesia, baru akan dimulai awal tahun depan," kata Dinne. Mengenai lamanya proses dan pengumuman nomor chasis kendaraan serta tahun produksinya ini, menurut Dinne, tidak akan memberatkan pengguna produk Nissan.
"Sudah sering konsumen menghubungi kami untuk meminta penjelasan, namun setelah dipaparkan kondisi riil seperti apa mereka bisa memahami," jelas Dinne. Apalagi, hingga kini tidak ada komplain ataupun masalah yang terjadi di konsumen Nissan seluruh dunia berkait dengan hal ini.
"Untuk kasus Indonesia sendiri, konsumen dua tipe itu, tidak ada masalah kok," katanya sekaligus menegaskan bahwa recall ini bukan karena terjadi kecelakaan atas produk Nissan sebelumnya. Namun, benar-benar berdasarkan test yang dilakukan oleh Nissan terhadap komponen dalam mesin yang diperkirakan tidak berfungsi secara baik sehingga dapat mengganggu fungsi mesin. Sampai sejauh ini tidak ditemukan adanya catatan kecelakaan yang berkaitan dengan malfungsi dari alat rotating sensor tersebut.
"Selain itu kami juga menunggu kiriman komponen yang akan diganti langsung dari Jepang," kata Dinne soal lamanya proses itu berlangsung. Kalau tidak, menurut dia, percuma saja, sebab komponen itu memang harus benar-benar didatangkan dari negeri Sakura itu.
Nissan menyedikan sekitar 16 milyar yen untuk penarikan ini.
Anastasya Andriarti/TNR