Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Deptan Imbau LSM Pertanian Kembangkan Pertanian Organik
05 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mengimbau LSM pertanian untuk mengembangkan pertanian organik di seluruh Indonesia.

Pasalnya, menurut Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan M Jafar Hafsah, pertanian organik adalah pertanian dengan teknologi yang ramah lingkungan dan ramah sosial.

Sebelumnya, pada acara peluncuran buku bertajuk “Belajar Dari Petani: Kumpulan Pengalaman Bertani Organik” di Musium Nasional, Jakarta, Jum'at (24/10), para petani meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan pertanian organik. Karena, selama ini pemerintah dianggap tidak mendukung berkembangnya teknologi bertani organik. Pertanian organik di tingkat petani selama ini berhasil dilakukan semata atas usaha mereka sendiri.

Menurut Jafar, Deptan sejak awal telah mendukung pertanian organik. Tapi, selama ini terbentur pada masalah operasionalnya di lapangan, yaitu untuk memassalkan pertanian organik itu sendiri. “Sehingga Deptan tidak mungkin hanya mendukung pertanian organik dan mengesampingkan pertanian anorganik,”katanya

Deptan, kata Jafar, harus memenuhi kebutuhan konsumsi perkapita penduduk Indonesia. “Kami tidak hanya memikirkan 1 ribu orang tapi 220 juta orang yang harus diberi makan. Itu persoalannya,”katanya. Menurutnya, jika Deptan hanya memfokuskan ke pertanian organik, maka akan terjadi stagnasi terhadap produk pertanian.

Untuk itu, lanjutnya, selama ini, pertanian organik tetap jalan dikombinasi dengan pertanian anorganik. “Kalau Deptan hanya mengembangkan pertanian organik saja, penduduk Indonesia bisa kelaparan,”katanya. Deptan, menurutnya, menyadari pentingnya pertanian organik untuk kelestarian tanah, tapi pertanian anorganik diperlukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

putri alfarini/TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data