Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Serikat Pekerja PLN Ancam Mogok Kerja Pada 27 November
05 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Serikat pekerja PT PLN mengancam akan melakukan mogok kerja pada 27 November mendatang, jika surat Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi tentang pemisahan fungsi usaha ketenagalistrikan tidak dibatalkan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Serikat Pekerja PT PLN Ahmad Daryoko saat konferensi pers di PLN, Rabu (5/11).

Rencana pemogokan yang melibatkan 48.000 tersebut merupakan hasil musyarawah kerja nasional serikat pekerja PT PLN. “Ini merupakan kesepakatan serikat pekerja seluruh Indonesia. Jika surat belum dicabut pada 27 November nanti rencananya mereka tetap masuk kerja namun tidak melakukan aktifitas kerja,” katanya.

Ahmad Daryoko mengatakan, pihaknya memohon ijin pada masyarakat untuk melakukan pemogokan tersebut karena mereka melakukan demi kepentingan masyarakat. Saat pemogokan berlangsung, mereka tidak akan melakukan pelayanan untuk masyarakat. “Bisa jadi listrik tidak nyala. Ini berlaku nasional,” katanya. Ia mengakui, ini memang dilematis. Namun, katanya, ini merupakan cara yang mereka tempuh setelah mereka berjuang melalui diskusi juga seminar dengan lembaga lain yang tekait.

Seperti diketahui, dalam surat Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi meminta PT PLN untuk melakukan pemisahan pembukuan atau unit usaha penyediaan tenaga listrik di sistem Jawa, Madura, Bali selambat-lambatnya tanggal 27 November 2003. Menurutnya, pemisahan fungsi usaha ini merupakan indikasi dari pihak pemerintah untuk menjual PLN disisi pembangkit dan ritael di Jawa dan Bali. Jika niat ini dilaksanakan pihak yang dirugikan adalah masyarakat. Karena hargi listrik akan meningkat.

Dalam pernyataan sikapnya, serikat pekerja PT PLN menuntut agar pengelolaan ketenagalistrikan tetap dilaksanakan oleh negara sesuai dengan UUD 45 pasal 33 ayat 2 tentang cabang produksi yang menguasai hazat hidup orang banyak akan dikuasi oleh negara. Serikat pekerja PT PLN juga menuntut pasal 16 UU No. 20 tahun 2002 tentang ketenagalistrikan dicabut. Mereka juga bertekad mempertahanan PLN tetap satu dengan peningkatkan pelayanan, efisiensi, kinerja dan profesionalisme.

dhian n utami/TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data