|
Ekbis
PT Agung Podomoro, Pemilik Saham Terbesar Plaza Semanggi
05 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:The Plaza Semanggi yang dibuka Rabu (5/11) siang berdiri atas kerjasama antara Yayasan Gedung Veteran RI dengan lima perusahaan, yakni Hari Darmawan Corporation, CNI, Pro Lease, Piko Group dan PT Agung Podomoro.
Dari sejumlah itu, perusahaan terakhir memiliki saham yang paling besar. Sayangnya, tidak dijelaskan berapa besar kepemilikan saham pengelolaan plaza tersebut. Menurut Direktur Operasional PT Primatama Nusa Indah (PT PNI), pengelola plaza itu, Budi Yanto Lusli, nilai investasi secara keseluruhan plaza yang terletak di kawasan bisnis Granada tersebut sebesar Rp 400 miliar.
Dijelaskan Budi, semula pemilik kawasa tersebut adalah Yayasan Gedung Veteran RI yang mengelola Balai Sarbini, salah satu tempat yang dijadikan area pada plaza tersebut. Balai itu pada mulanya digunakan sebagai pertemuan untuk umum. Namun, menurutnya beberapa tahun terakhir, fungsi Granada (Graha Purna Yudha) dan Balai Sarbini agak menurun hingga kawasan tersebut mulai terabaikan. Ditambahkan Budi, kompleks ini akhirnya hanya sebagai tempat persinggahan sementara bagi para komuter yang menunggu angkutan selain hanya sebagai jalur lalu lalang kendaran.
Sementara itu, salah seorang direktur PT PNI lainnya, Veri Y. Setiady menambahkan, dengan niat untuk mngembalikan kemegahan Semanggi dirancang sebuah konsep gedung yang dijadikan sebagai pusat kegiatan warga (Downtown experience). Tahun 1999 terpilih kelompok Agung Podomoro, Pro Lease Consultant dan Hari Darmawan Corporation untuk menangani kompleks Granadha dan Balai Sarbini. “Kerja samanya dengan pola BOT (Built Operation Transfer) selama 30 tahun,” kata Veri. Ia menambahkan, mengenai kontribusi kepada pengelola Gedung Veteran, telah dibicarakan dengan pihan Yayasan Veteran. Kendati demikia Veri menolak memberikan keterangan berapa besarnya kontribusi yang akan dibayarkan tersebut. “Itu rahasia dapur kita,” ujarnya.
Sementara itu, Ismu E. Ismakon, salah seorang pengurus Yayasan veteran menjelaskan bahwa pembangunan plaza di kawasan cagar budaya tersebut telah dibicarakan dengan matang. “Dalam salah satu pasal perjanjian disebutkan bahwa Balai Sarbini dan Gedung Granadha tidak akan diubah,” katanya.
Danto/TNR
|