TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengelolaan The Plaza Semanggi, yang terletak di kawasan Semanggi, menggunakan opsi BOT (Build Operate Transfer) selama 30 tahun.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Promosi PT Primatama Nusa Indah (PNI) pengelola The Plaza, Veri Y.Setiady menjawab pertanyaan Tempo News Room saat soft opening plaza tersebut, Rabu (5/11).
Menurut Veri, konsorsium pengelola The Plaza Semanggi akan membayarkan setoran kepada Yayasan Gedung Veteran selaku pihak yang diserahi tanggung jawab oleh pemerintah untuk mengelola lahan tersebut. “Kami akan membayar sejumlah uang setiap tahunnya,” kata dia. Namun pria yang mengenakan kemeja batik coklat dalam kesempatan siang tadi menolak merinci pola pembayaran seperti apa yang akan diterapkan.Kerjasama dengan pola BOT ini sudah ditandatangani sejak 1999.
Veri pun menolak menyebutkan jumlah uang yang secara rutin akan disetorkan kepada Yayasan Gedung Veteran setiap tahunnya. “Mengenai jumlahnya biarlah ini menjadi rahasia kami berdua,” katanya sambil melirik ke arah perwakilan Yayasan Gedung Veteran yang hadir siang itu, Ismu E. Ismakun. Ismu yang mengenakan setelan safari coklat muda lengkap dengan pecinya itu hanya bisa mengiyakan.
Menurut Ismu, yang diwawancarai terpisah, jumlah setoran yang akan dibayarkan akan terakumulasi setiap tahunnya. “Jadi jumlah akan bertambah terus, tidak berupa setoran yang statis,” jelas Ismu. Keuntungan konsorsium pun akan diperhitungkan dalam penyetoran kepada yayasan.
Ismu menjelaskan konsorsium ini telah berupaya mengantongi izin dari Sekretariat Negara untuk mengubah penggunaan lahan pemerintah ini sejak 1995 – 1997. “Namun saat itu tidak langsung dibangun karena krisis,” jelasnya. Sejak Graha Purna Yudha diresmikan Presiden (saat itu) Soeharto sekitar tahun 1973, Yayasan Gedung Veteran hingga kini diserahi hak pengelolaan di atas tanah milik negara itu.
Yayasan Gedung Veteran, yang awalnya mengelola Balai Sarbini dan Gedung Veteran yang terletak dalam lokasi The Plaza Semanggi ini, juga membentuk Dewan Pengawas untuk mengawasi jajaran manajemen yang mengelola plaza ini. Konsorsium pengelola plaza terdiri dari Agung Podomoro Grup, Hari Darmawan Corporation, CNI, Piko Group dan Pro Lease. “Kami akan mengawasi terus jalannya plaza selain sejak awal hingga kini juga terus mengawasi pembangunannya,” kata Ismu. Menurut dia, di jajaran veteran Indonesia, juga banyak orang pintarnya yang akan menjamin mereka tidak akan dikadali oleh pihak pengelola.
Anastasya Andriarti/TNR