TEMPO Interaktif, Surabaya:Menperindag Rini Suwandi optimis harga kebutuhan sembilan bahan pokok akan stabil hingga lebaran.
Pernyataan Rini tersebut disampaikan kepada wartawan usai melakukan Sidak (inspeksi mendadak) di Pasar Genteng, Surabaya, Rabu (5/11).
Menurutnya, setelah melakukan sidak,
harga kebutuhan pokok tidak mengalami kenaikan,
kecuali minyak goreng. Itu pun sudah diantisipiasi
sebelumnya. Kenaikan harga minyak goreng itu karena
harga kelapa sawit dunia meningkat.
Untuk itu minggu lalu, kata Rini, dirinya sudah
bertemu dengan sejumlah produser minyak goreng dan
kelapa sawit. "Saya minta agar per kilogram minyak goreng dalam negeri tidak lebih dari Rp 5.000," kata Rini, didampingi Gubernur Jawa Timur Imam Utomo dan Wagub
Soenarjo. Karena itu, Rini berjanji akan terus
memantau pergerakan harga minyak goreng.
Dalam kesempatan itu Rini berjanji akan menjaga
stabilitas harga sembaga hingga Lebaran. Untuk itu,
lima hari sebelum lebaran dirinya akan melakukan
koordinasi dengan departemen perhubungan dan
kepolisian untuk menjaga dan mengutamakan distribusi
bahan-bahan kebutuhan pokok, agar stok di pasar cukup. "Jika stok cukup, seharusnya tidak naik," ujar Rini.
Bagaimana dengan persediaan gula, beras dan minyak
goreng? Menurut Rini persediaan tiga bahan pokok masih
cukup hingga lebaran. "Persediaan aman. Hanya yang kami
tekankan mereka tidak ikut harga internasional,"
ungkapnya.
Sementara itu, pantauan Tempo News Room (TNR) di Pasar
Genteng, Surabaya hingga saat ini nyaris belum ada
lonjakan harga. Harga minyak goreng Filma misalnya
berkisar Rp 11.000-Rp 11.500. Harga gula Rp 4.500,
beras antara Rp 2.500-Rp 3.500, harga daging ayam Rp
12.500, telur berkisar antara Rp 5.600-Rp 6000.
Di depan Pasar Genteng beberapa pabrik minyak goreng
melakukan operasi pasar dengan menjual minyak goreng
seharga Rp 5.000 per liter plus sabun mandi.
adi mawardi/TNR