Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Bank Indonesia Yakin Bunga Kredit akan Turun
04 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aslim Tadjuddin, menyatakan keyakinannya bahwa perubahan aturan perhitungan suku bunga penjaminan simpanan dana pihak ketiga bank, akan dapat mendorong penurunan bunga kredit perbankan. “Saya yakin ini akan efektif,” ujarnya ketika dihubungi TNR, Selasa (4/11) siang.

Seperti diketahui, Bank Indonesia mengeluarkan peraturan bunga penjaminan ditetapkan sebesar nol basis poin di atas rata-rata bunga deposito berjangka dari bank angota Jakarta Interbank Borrowing Rate yang dipilih BI. Bank anggota JIBOR adalah 11 bank dengan aset terbesar sehingga mewakili hampir seluruh bank secara nasional.

Dengan kebijakan tersebut, Bank Indonesia tidak lagi menambah margin tertentu di atas rata-rata bunga deposito berjangka dari rata-rata bank di Jakarta atau Jakarta Interbank dalam menentukan bunga penjaminan. Sebelumnya, BI menetapkan suku bunga penjaminan berdasarkan bunga deposito berjangka dari bank-bank anggota Jakarta Interbank dengan margin 100 basis poin.

Dampak dari kebijakan tersebut, kata Aslim, suku bunga penjaminan yang ditetapkan BI pada November 2003 ini turun drastis dibandingkan bulan lalu. Untuk Novemebr ini, bunga simpanan yang dijamin pemerintah pemerintah adalah 7,18 persen untuk jangka waktu satu bulan. Level ini turun signifikan, yakni sebesar 121 basis poin dibandingkan bunga deposito Oktober 2003 sebesar 8,39 poin.

Tujuan BI, kata Aslim, adalah memaksa bank-bank untuk menurunkan bunga deposito. Karena apabila ada bank yang mematok bunga deposito di atas bunga penjaminan, maka tidak akan dijamin pemerintah sehingga apabial terjadi sesuatu yang hal yang tidak diinginkan, harus ditanggung oleh bank sendiri.

“Jadi kita memaksa cost of fund bank-bank itu rendah. Sehingga mereka tidak punya alasan lagi mematok suku bunga kredit tinggi,” ujarnya. Harapannya, tingkat suku bunga terutama perbankan swasta yang saat ini masih mencapai 17 persen dan bank pemerintah yang sekitar 14 persen bisa turun menjadi sekitar 12 persen.

Amal Ihsan - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data