TEMPO Interaktif, Seoul:Serikat buruh Hyundai Motor Co., perusahaan otomotif terbesar di Korea Selatan akan melakukan mogok kerja.
Pengumuman yang dikeluarkan, Selasa (4/11) menyebutkan mogok ini dalam rangka menanggapi mogok masal yang akan dilakukan oleh serikat buruh lainnya.
Sekitar 40 ribu anggota serikat akan mogok selama empat jam pada Kamis mendatang. Selanjutnya pada 12 November mereka akan kembali mogok kerja selama 8 jam sebagai permintaan dari Konfederasi Persatuan Perdagangan Korea (Korean Confederation of Trade Unions-KCTU). "Kami hanya mengikuti perintah KCTU," ujar pemimpin serikat buruh cabang Ulsan. "Jika diminta oleh KCTU, kami bisa memperpanjang aksi mogok kami."
Pekerja Hyundai Motor pernah melakukan 47 hari mogok yang berakhir 6 Agustus lalu. AKibatnya perusahaan menderita kerugian sekitar 1,38 triliun won atau 1,17 miliar USD. Saat itu pemerintah berjanji akan membatasi agresifitas dan mogok yang bisa mengkhawatirkan investor asing dan memperburuk masa resesi tahun ini.
Tiga orang buruh melakukan bunuh diri bulan lalu untuk memprotes aturan baru yang membatasi kegiatan buruh dan memberi kebebasan pengusaha untuk memecat dan mengangkat pekerjanya. Tuntutan serikat buruh tahun ini lebih difokuskan pada pengurangan kerja perminggunya tanpa kehilangan ongkos. Mereka juga menginginkan keterlibatan pekerja dalam membuat keputusan perusahaan.
Perusahaan sendiri menginginkan peraturan yang lebih ketat dalam masalah pembayaran upah. Perusahaan juga meminta diberi kebebasan besar untuk mengganti pekerja yang melakukan mogok. Pengusaha mengeluh persaingan di Korea Selatan sangat sulit karena upah buruh yang sangat tinggi.
Asosiasi Perdagangan Internasional Korea mengatakan peningkatan upah buruh di Korea Selatan merupakan yang paling tinggi di antara negara berkembang lainnya. Hal ini bisa mengakibatkan ancaman bagi persaingan ekspor.
AFP /dewi retno/TNR