Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Serikat Buruh Hyundai Akan Mogok Kerja Sementara
04 November 2003

TEMPO Interaktif, Seoul:Serikat buruh Hyundai Motor Co., perusahaan otomotif terbesar di Korea Selatan akan melakukan mogok kerja.

Pengumuman yang dikeluarkan, Selasa (4/11) menyebutkan mogok ini dalam rangka menanggapi mogok masal yang akan dilakukan oleh serikat buruh lainnya.

Sekitar 40 ribu anggota serikat akan mogok selama empat jam pada Kamis mendatang. Selanjutnya pada 12 November mereka akan kembali mogok kerja selama 8 jam sebagai permintaan dari Konfederasi Persatuan Perdagangan Korea (Korean Confederation of Trade Unions-KCTU). "Kami hanya mengikuti perintah KCTU," ujar pemimpin serikat buruh cabang Ulsan. "Jika diminta oleh KCTU, kami bisa memperpanjang aksi mogok kami."

Pekerja Hyundai Motor pernah melakukan 47 hari mogok yang berakhir 6 Agustus lalu. AKibatnya perusahaan menderita kerugian sekitar 1,38 triliun won atau 1,17 miliar USD. Saat itu pemerintah berjanji akan membatasi agresifitas dan mogok yang bisa mengkhawatirkan investor asing dan memperburuk masa resesi tahun ini.

Tiga orang buruh melakukan bunuh diri bulan lalu untuk memprotes aturan baru yang membatasi kegiatan buruh dan memberi kebebasan pengusaha untuk memecat dan mengangkat pekerjanya. Tuntutan serikat buruh tahun ini lebih difokuskan pada pengurangan kerja perminggunya tanpa kehilangan ongkos. Mereka juga menginginkan keterlibatan pekerja dalam membuat keputusan perusahaan.

Perusahaan sendiri menginginkan peraturan yang lebih ketat dalam masalah pembayaran upah. Perusahaan juga meminta diberi kebebasan besar untuk mengganti pekerja yang melakukan mogok. Pengusaha mengeluh persaingan di Korea Selatan sangat sulit karena upah buruh yang sangat tinggi.

Asosiasi Perdagangan Internasional Korea mengatakan peningkatan upah buruh di Korea Selatan merupakan yang paling tinggi di antara negara berkembang lainnya. Hal ini bisa mengakibatkan ancaman bagi persaingan ekspor.

AFP /dewi retno/TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data