|
Ekonomi Bisnis
Pemerintah Tawarkan 10 Blok Migas Baru
04 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan membuka wilayah kerja pertambangan baru. Sepuluh blok migas akan ditawarkan kepada investor mulai 1 Desember mendatang. Pemerintah akan memberikan insentif yang menarik dalam penawaran kali ini.
Dirjen Migas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Iin Arifin Takhyan, di Jakarta, Senin (4/11), mengatakan investor yang berminat terhadap blok-blok yang ditawarkan, diminta segera mengambil dokumen dan memasukkan penawaran. "Karena penawaran akan ditutup 31 Juni 2004," katanya.
Iin menjelaskan, kesepuluh wilayah kerja yang dimaksud adalah blok daratan atau lautan Lhokseumawe, blok lautan Ujung Kulon, tiga blok di Laut Madura Utara, dan dua blok lautan di Pulau Roti. Selain itu, di Indonesia ditawarkan blok daratan Babar, dan dua blok darat dan laut di Selaru. Di Manukwari pemerintah menawarkan blok di darat dan laut.
Iin mengatakan ada sedikit perbedaan antara penawaran kali ini dengan sebelumnya dalam hal first trans petroleum (FTP). Dulu pendapatan kotor langsung dipotong cost recovery dan sisanya baru dibagi 15 persen untuk kontraktor bagi hasil (KPS) dan 85 persen untuk pemerintah.
Kini pendapatan kotor tidak langsung dikurangi cost recovery. Pemerintah memberikan dua pilihan yaitu FTP sebesar 15 persen dibagi dua, 10 persen untuk pemerintah dan 5 persen untuk KPS. Pilihan lain, FTP hanya 10 persen, tapi semuanya masuk ke kantong pemerintah. "Terserah KPS mau pilih yang mana," kata Iin.
Mengenai pola bagi hasil (split), menurut Iin, berbeda-beda antar masing-masing blok. Selama ini, pola bagi hasil yang biasa diterapkan antara pemerintah dengan KPS yaitu 75:25, 80:20, atau 85:15.
Insentif lain yang akan diberikan, lanjutnya, biaya yang dikeluarkan investor untuk mencari data seismik untuk mendukung penawarannya akan diganti dan dimasukkan dalam cost recovery. Investor tidak perlu melakukan penelitian sendiri untuk mencari data, melainkan bisa membeli dari perusahaan lain yang telah melakukan survei, sehingga biaya lebih murah daripada melakukan penelitian sendiri.
"Jadi biaya untuk beli seismik, beli data, dan menganalisanya untuk mendukung penawaran bisa dimasukkan dalam cost recovery. Ini untuk mendorong investor mengajukan bidding," katanya. Namun, insentif itu hanya diberikan kepada investor yang berhasil menemukan cadangan dan bisa berproduksi.
Iin menegaskan, dengan dibukanya penawaran tersebut berarti pemerintah yakin bahwa di blok tersebut diperkirakan ada cadangan migas. Kepastian mengenai cadangan dan volumenya yang harus dicari oleh investor.
"Kalau nggak ditemukan, itu resiko dia," katanya. Insentif semacam itu, menurut Iin, sebenarnya juga pernah diberikan sebelumnya. Tetapi tidak disebutkan secara eksplisit di dalam dokumen penawaran. Sekarang, poin itu dicantumkan untuk memberikan kepastian bagi investor.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room
|