Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Dampak Anggaran Akibat Kasus BNI Belum bisa diprediksi
03 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hingga saat ini pemerintah belum bisa memprediksikan dampak keuangan dan anggaran yang timbul akibat bobolnya rekening Bank Negara Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan Boediono disela-sela acara Rapat Kerja Kementerian Badan Usaha Milik Negara di Hotel Indonesia Jakarta, Senin (3/10) siang. “Nanti kita lihat apakah ada pengaruhnya atau tidak,” katanya. Sebab, lanjutnya, pemerintah kini masih melakukan pembicaraan dengan Panitia Anggaran DPR. “Besok saya harus datang pada sidang pleno Panitia Anggaran,” tambahnya. Secara umum, menurutnya, hingga saat ini defisit anggaran pemerintah secara agregat sebesar 1,1% dari PDB (Produk Domestik Bruto).

Menurut Boediono, bobolnya rekening BNI senilai Rp 1,7 triliun adalah akan berdampak pada hasil dari perhitungan anggaran tahun 2002.”Sehingga untuk sekarang, pengaruhnya masih belum kita ketahui,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Badan Analisa Fiskal Anggito Abimanyu mengatakan ada dampak akibat kasus BNI tersebut. Di sektor Penerimaan APBN, dari laba BUMN diperkirakan akan turun akibat kasus ini. “Penerimaannya akan berkurang,” kata Anggito di Jakarta, Senin (3/11).

Tetapi Anggito belum bisa menyebutkan angka penurunannya karena belum ada pembagian deviden dari bank yang 0,88 persen sahamnya sudah dimiliki publik. “BNI mungkin turun tapi yang lain mungkin naik,” katanya.

Kata Anggito, terlalu dini untuk memperkirakan penurunan laba BUMN akibat kasus BNI ini. Akhir pekan lalu, Wakil Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan DPR Paskah Suzeta memperkirakan penerimaan negara berkurang sekitar Rp 800 miliar akibat kasus ini.

Menurutnya, untuk tahun 2004 setoran BNI akan turun karena keuntungan tahun 2004 juga menurun. Katanya, pembagian keuntungan dari BNI kemungkinan 50 persen atau lebih. “Tapi kalau setorannya (pay out) dinaikan bisa saja penerimaan tetap,” katanya.

Ia memastikan untuk tahun 2003, kasus BNI ini tidak mempengaruhi angka penerimaan negara. Pasalnya, APBN 2003 dihitung dari laporan keuangan keuntungan buku tahun 2002.

Danto/Bagja/TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data