|
Ekbis
Oktober 2003, Inflasi 0.55 Persen
03 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di 43 kota, Indonesia, sepanjang Oktober 2003, telah terjadi inflasi sebesar 0,55 persen. Berbagai jenis barang dan jasa mengalami kenaikan harga. Artinya, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK), dari 280,93 pada September 2003 menjadi 282,48 pada Oktober 2003.
"Laju inflasi kumulatif Januari-Oktober 2003 sebesar 3,05 persen. Inflasi tahun ke tahun, Oktober 2003 terhadap Oktober 2002, adalah 6,22 persen," kata Slamet Mukeno, Deputi Bidang Statistik Ekonomi BPS, di Jakarta, Senin (03/11). Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga atau tarif selama Oktober 2003 antara lain, daging ayam ras, cabe merah, telur ayam ras, bawang merah, minyak goreng, sewa rumah, beras, kelapa, tongkol, gabus, dencis, jeruk, kol putih atau kubis, pisang, nasi, emas perhiasan, obat dengan resep, tukang -bukan mandor, upah pembantu rumah tangga dan kontrak rumah. Sementara, komoditas yang mengalami penurunan harga adalah gula pasir, tomat sayur, petai dan kangkung.
Kelompok pengeluaran yang tercakup dalam IHK mengalami inflasi atau kenaikan harga. Lihat saja, kelompok bahan makanan naik 1,78 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,03 persen, kelompok perumahan 0,30 persen, kelompok sandang 0,25 persen, kelompok kesehatan 0,30 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,13 persen serta kelompok transpor dan komunikasi 0,03 persen.
Bila dilihat dari proporsi atau andil dalam inflasi Oktober 2003, kenaikan harga kelompok bahan makanan memberikan andil 0,43 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,01persen, kelompok perumahan 0,07persen, kelompok sandang 0,02 persen, kelompok kesehatan 0,01persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen serta kelompok transportasi dan komunikasi 0,00 persen.
Amal Ihsan - Tempo News Room
|