|
Ekonomi Bisnis
Laporan Keuangan PGN Selesai Diaudit
31 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Laporan keuangan tahun 2000, 2001, dan 2002 PT Perusahaan Gas Negara (PGN) telah selesai diaudit kembali oleh Ernst & Young. Hal itu disampaikan Direktur Utama PGN WMP Simanjuntak di DPR RI, Jakarta, Jumat (31/10).
“Itu semua sudah selesai,” kata Simanjuntak. Menurutnya, laporan keuangan tersebut akan disampaikan ke Bapepam Senin (3/11) mendatang.
Laporan keuangan PGN terpaksa diaudit ulang berkaitan rencana privatisasi perusahaan tersebut. Sebelumnya, laporan keuangan tersebut diaudit oleh Arthur Andersen. Namun karena perusahaan itu terlibat skandal di Amerika Serikat, maka harus dilakukan audit ulang.
Menurut Simanjuntak, PGN harus mengikuti aturan internasional karena akan memasarkan sahamnya ke pasar luar negeri. Bila ini tidak dilakukan, maka penawaran saham itu tidak ada gunanya.
Penawaran saham PGN direncanakan akan dilakukan pada 9-11 Desember mendatang ke pasar domestik dan internasional. Direncanakan, pemerintah selaku pemegang saham mayoritas akan mendivestasikan sampai dengan 30 persen sahamnya di PGN.
Simanjuntak menjelaskan, selain mendivestasikan saham pemerintah, PGN juga akan menerbitkan saham baru sebanyak 15 persen. PGN juga memberikan opsi penjatahan lebih (greenshoe) dan opsi permintaan lebih (redshoe). “Secara prinsip ini sudah disetujui, tapi besarannya belum ditentukan,” katanya.
PGN membutuhkan dana berkisar US$ 150-200 juta untuk pendanaan pipanisasi Sumatera Selatan-Jawa Barat. Kebutuhan dana ini, menurut Simanjuntak, diperlukan untuk menutupi pembiayaan jalur pipa kedua yang menuju Muara Karang dan Muara Tawar.
Mengenai rencana penawaran saham PGN, penetapan harga akan dilakukan pada 3 Desember dan listing di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 12 Desember. Selain di Bursa Efek Jakarta, saham PGN juga akan direncanakan terdaftar di London atau Singapura. Simanjuntak optimis saham PGN bisa terserap pasar walaupun berdekatan dengan musim liburan.
Edycan - Tempo News Room
|