Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Pemerintah Diminta Lakukan Operasi Pasar Tekstil Ilegal
30 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) meminta pemerintah melakukan operasi pasar terhadap produk tekstil ilegal yang masuk ke Indonesia. Karena, walau kran impor tekstil ilegal sudah ditutup, masih banyak celah yang bisa dimanfaatkan importir. "Kalau pemerintah tidak awas, bisa tambah banyak lagi," kata Benny Sutrisno, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia, di Jakarta, Kamis (30/10).

Memang, kata Benny, tugas pemerintah banyak. Tapi, keuntungan importir dengan menjual barang lebih murah harus dihentikan. "Mereka tidak membayar pajak, seperti pajak pendapatan nilai. Tidak ada biaya yang dibebankan ke konsumen," katanya. Akibatnya, terjadi distorsi pasar. Untuk itu, API berharap Direktorat Pusat Solusi Bisnis Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) bisa mewakili pemerintah untuk melakukan operasi pasar.

"Sebenarnya sudah terlambat, seharusnya dilakukan sebelum bulan puasa tiba," kata Benny. Alasannya, selama puasa, produk tekstil yang beredar akan bertambah banyak, walau daya beli masyarakat pada lebaran kali ini sangat menurun. "Dulu kami bisa targetkan kenaikan harga 30 persen. Sekarang, untuk naikkan harga 15 persen saja sulit," katanya.

Anastasya - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data