|
Ekbis
Saham BRI Dipatok Rp 875 Per Lembar
29 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menetapkan harga saham perdana Bank Rakyat Indonesia (BRI) seharga Rp 875 per lembar.
Harga ini merupakan kisaran tertinggi yang telah ditetapkan Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi dalam
paparan publik beberapa waktu lalu. Waktu itu kisaran harga saham perdana BRI diberi angka Rp 700 sampai
dengan Rp 875.
Pandu Djayanto, Asisten Deputi BUMN Bidang Privatisasi menjelaskan penetapan harga tertinggi tersebut dikarenakan kondisi pasar yang sudah membaik dan adanya permintaan yang berlebihan. "Saat ini kondisi market sudah kondusif," katanya di Graha Niaga Jakarta, Rabu (29/10).
Ia menjelaskan, total saham yang dijual sebanyak 4,764 miliar lembar dengan komposisi saham pemerintah
sebesar tiga miliar lembar dan saham baru BRI sebanyak 1,764 miliar. Pelepasan saham sebesar 40,5 persen itu
sudah termasuk eksekusi opsi penjatahan berlebih (greenshoe) dan opsi pemesanan berlebih (redshoe). Opsi penjatahan berlebih yang dilakukan sebesar 571, 764 juta lembar dan opsi
pemesanan berlebih sebesar Rp 381,176 juta lembar. Dari penawaran saham perdana BRI ini, akan diraih dana sebanyak Rp 4,17 triliun. Pemerintah akan mendapat bagian sebanyak Rp 2,625 trilun dan BRI akan mendapat Rp 1,544 triliun.
Sementara itu, PT Bahana Securities selaku penjamin emisi menyatakan penawaran saham BRI ini mendapat
permintaan berlebihan (oversubcribed) sebanyak 13,6 kali dan tidak tertutup kemungkinan bisa lebih
lagi. Permintaan dari pihak investor asing sebanyak 43 miliar lembar saham dan investor lokal sebanyak 22
miliar. Namun, menurut Ito Warsito, Presiden Direktur Bahana Securities, permintaan pihak asing hanya bisa
dipenuhi sebanyak 2,5 miliar lembar saja.
Edy Can - Tempo News Room
|