Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

PT Semen Padang Alami Kesulitan Keuangan
24 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajemen PT Semen Padang akan segera melakukan restrukturisasi keuangan untuk menghindari kebangkrutan akibat kesulitan keuangan.

Kepala Biro Humas PT Semen Padang Benny Wendry mengatakan, kondisi Semen Padang saat ini memang memprihatinkan. Pada laporan keuangan perusahaan itu Juni lalu aktiva lancar perusahaan tercatat Rp 470 Miliar, sementara kewajiban lancar perusahaan sebesar Rp 667,9 Miliar. Dengan demikian, kewajiban yang harus dibayarkan lebih tinggi dibanding kemampuan untuk membayar.


Current ratio atau perbandingan aktiva lancar dengan
hutang lancar Semen Padang juga berada pada angka
70,38 persen. Padahal, perusahaan yang baik seharusnya berada pada posisi lebih dari satu. Kondisi ini menyebabkan modal kerja perusahaan minus Rp 198 miliar.

Perusahaan juga mencatat piutang dagang sebesar Rp 179
miliar. Piutang ini diberikan tanpa adanya jaminan
perbankan yang memadai, terutama pada distributor. Utang lancar perusahaan tercatat sebesar Rp 240 miliar.

Menurut Benny, Semen Padang juga masih memiliki utang
jangka pendek dan jangka panjang kepada sejumlah
lembaga perbankan yang harus diselesaikan secepatnya.
Angkanya berada di posisi Rp 464 miliar, sementara
dana yang ada di kas saat ini tercatat hanya Rp 55
miliar.

Keseluruhan utang-utang tersebut belum termasuk kewajiban membayarkan deviden kepada pemegang saham yang mencapai Rp 79 Miliar. Deviden ini menumpuk, karena sejak 1996 peruisahaan tak pernah membayarkan deviden kepada pemegang saham. Selama ini, kewajiban-kewajiban tersebut ditalangi PT Semen Gresik Tbk sebagai pimpinan holding. “Bila dibiarkan seperti ini, akhir tahun ini
kondisinya akan semakin suram,” kata Benny.


Febrianti / TNR


Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data