Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Pemerintah akan Impor Minyak Goreng untuk Atasi Defisit
24 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah memperkirakan akan terjadi defisit minyak goreng pada saat bulan puasa hingga berakhirnya hari-hari besar keagamaan. Defisit tersebut, kata Menteri Pertanian Bungaran Saragih, akan ditutupi dengan minyak impor.

Berdasarkan data Departemen Pertanian (Deptan) pada Oktober, November dan Desember tingkat kebutuhan akan minyak goreng akan mencapai 743 ribu ton. Puncak konsumsi terjadi pada Desember dengan volume 269 ribu ton. Sementara persediaan minyak goreng untuk periode yang sama hanya sekitar 680 ribu ton.

Untuk stok tiga bulan terakhir tahun ini berkisar 2,21 juta ton. Sebanyak 1,56 juta ton diambil untuk kebutuhan ekspor.

Selain karena terbatasnya produksi, Bungaran mengungkapkan, terjadi kekurangan stok akibat harga minyak kelapa sawit (crude palm oil) yang tengah naik di pasaran dunia. “Jadi banyak yang memilih mengekspor,” kata dia ketika melakukan inspeksi ke Pasar Induk Beras Cipinang pekan ini.

Selain mempengaruhi stok, kenaikan minyak sawit juga diprediksikannya akan mempengaruhi harga dalam negeri. Ia meyakini akan terjadi kenaikan yang signifikan menjelang akhir tahun 2003 ini. Untuk itu, Bungaran meminta informasi ini tidak serta merta membuat masyarakat melakukan penimbunan minyak yang bisa menyebabkan lonjakan harga yang lebih drastis lagi.

Permintaan Bungaran itu juga diringi janji bahwa defisit minyak akan ditutupi dengan pasokan minyak impor. Ia mengatakan, rata-rata volume minyak luar negeri yang masuk ke Indonesia perbulannya 450 ribu ton. Persediaan juga ditambah dengan stok minyak pada September yang merupakan sisa dari ekspor sebesar 11,7 ribu ton.

Data terakhir dari Pasar Kramat Jati Jakarta diketahui sejak Senin (20/10) lalu, harga minyak naik setiap dua hari. Pada awal pekan, harga masih Rp 4.400 perliter. Namun, kemarin pedagang telah menjual untuk setiap liternya Rp 4.700. Sementara, pada Senin pekan sebelumnya harga masih berkisar Rp 4.000 perliter.

Menurut Kepala Bagian Pendataan Pasar Kramat Jati Gunawan Wibisono, kenaikan terjadi karena bertambahnya permintaan masyarakat setiap harinya menjelang puasa. “Saya lihat dari yang biasanya beli satu jeriken (5 kg) tadi malah memborong 4-5 jeriken,” ujarnya.

Untuk stok di pasar, Gunawan menjamin pasokan minyak pasti selalu tersedia. Pasalnya, pihaknya telah memiliki kontrak tetap dengan Perum Bulog untuk memasok minyak satu kali setiap minggu. Tiap akhir pekan, minyak yang masuk ke pasar sebanyak 2.500 liter. Jika permintaan meningkat, kata Gunawan, Perum Bolug menambah pasokan hingga dua atau tiga kali setiap minggu. Berdasarkan pengalaman pada hari-hari raya tahun sebelumnya, pasokan bisa ditambah hingga empat kali setiap minggu.

Selain minyak curah, pasar ini juga memasok minyak dalam bentuk kemasan seperti Bimoli dan Filma. Namun, volume tidak sebesar minyak curah. “Mungkin hanya 25 persen saja dibandingkan minyak biasa,” imbuhnya. Terbatasnya pasokan minyak yang tergolong ekslusif ini diakui Gunawan karena tingkat permintaan yang tidak terlalu tinggi.

Sri Wahyuni - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Di Medan, Harga Daging Naik 20 Persen
Pemerintah akan Impor Minyak Goreng untuk Atasi Defisit
Polisi Minta Rp 1,158 Miliar untuk Pengamanan Lebaran

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data