TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Mandiri telah menyiapkan dana sebesar Rp 1 triliun untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) seluruh Indonesia.
Total dana Bank Mandiri yang disiapkan untuk komersial banking tahun ini sebesar 5 triliun, termasuk UKM dan BPR. Bank Mandiri melakukan kerjasama dengan BPR-BPR seluruh Indonesia untuk menyalurkan dananya kepada para petani. Tahun ini, Mandiri menargetkan sekitar 500 BPR.
“Sebenarnya, kami menyiapkan dana berapa saja untuk BPR, tergantung daya serap mereka. Asal tidak melebihi angka 5 triliun tahun ini,”kata Senior Vice President Small Business Group Head Bank Mandiri Sri Haryanto di auditorium Plaza Bank Mandiri, Kamis (23/10).
Menurutnya, kerja sama dengan BPR sudah dilakukan sejak 11 Januari 2003 dengan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo). Tanggal 27 Maret 2003 dengan Perhimpunan Bank-bank Perkreditan rakyat milik daerah (Perbamida). “Dari kami memang mencanangkan kerjasama dengan 1000 BPR,”katanya.
Bank Mandiri, kata dia, sejauh ini sudah menyalurkan dana kepada BPR-BPR di seluruh Indonesia sebesar Rp 150 miliar. Dana tersebut telah disalurkan untuk 250 BPR. Tahun ini, Mandiri sebenarnya menargetkan sekitar 1000 BPR tahun ini. “Tapi, karena sampai saat ini baru bisa mencapai seperempatnya, maka target tahun ini diturunkan hanya 500 BPR saja. Target 1000 BPR mungkin bisa tercapai tahun depan,”katanya.
Dari data Bank Mandiri, BPR yang ada di Indonesia berjumlah 9.106 BPR. Sebagian besar masih didominasi di Jawa sekitar 7 ribu BPR. Luar Jawa masih kecil jumlahnya sekitar 1.500 BPR. "Kemampuan daya serap mereka masih rendah,"katanya.
putri alfarini/TNR