|
Ekbis
Menjelang Puasa, Sumsel Hadapi Krisis Gula
23 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menghadapi Puasa, Lebaran dan tahun baru, stok gula Sumatra Selatan hanya sekitar 2.300 ton dari kebutuhan sebanyak 48 ribu ton.
Berkaitan dengan itu, dinas perindustrian dan perdagangan Sumsel telah mengirim surat kepada Menperindag untuk meminta stok gula tambahan ke provinsi tersebut. “Kami sudah tiga kali berkirim surat ke Menteri untuk minta tambahan 30 ribu ton,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Sumsel Midin Ahmad. Tetapi menurutnya hingga kini permintaan itu trak juga dikabulkan.
Kesulitan lain, kata Midin, sesuai peraturan,pihaknya tidak mungkin mengimport gula dari luar. “Makanya, kami kirim surat ke Menteri untuk minta tambahan,” ujar Midin usai melakukan pertemuan dengan gubernur, kemarin.
Midin menambahkan, sebenarnya ada juga stok gula sebanyak 12 ribu ton yang dimiliki PG Cinta Manis, Kabupaten OKI. Tetapi mereka meminta harga tinggi, yang akan membuat harga gula di pasaran naik dan merugikan masyarakat. “Mereka tidak bisa menurunkan harga karena langsung berada di bawah PTP VII Lampung,”ujar Midin.
Midin mengancam, jika surat balasan dari Menperindag tidak kunjung datang, pihaknya akan meminta izin Menperindag untuk melakukan import langsung. “Terpaksa, karena rakyat butuh gula. Apalagi menjelang Puasa dan Lebaran,” katanya.
arif ardiansyah/TNR
|