|
Ekonomi Bisnis
Bursa Efek Surabaya Merevisi RKAT 2003
23 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bursa Efek Surabaya (BES) telah merevisi Rencana Kerja dan Anggaran 2003. Direktur Utama BES Hindarmojo Hinuri mengatakan kepada pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Jakarta, Kamis (24/10).
Bursa mencatat adanya peningkatan pendapatan usaha dari pencatatan obligasi tunai sebesar Rp 1 miliar dan perdagangan surat utang naik menjadi Rp 558 juta serta penurunan dari informasi keanggotaan menurun menjadi Rp 389 juta. Dengan begitu revisi terhadap pendapatan usaha naik sebesar 8 persen menjadi Rp 1,469 miliar.
Untuk beban usaha, pada biaya penghasilan naik Rp 123 juta atau sebesar 18 persen. Hal ini dikarenakan adanya bonus untuk tahun 2002 yang dibebankan pada 2003 sebesar Rp 1,397 miliar.
“Pencatatan bonus ini sebenarnya tidak ada, tapi ini harus dicantumkan berdasarkan keputusan dari RUPS bulan Juni lalu,” kata Hendarmojo.
BES juga mencatat adanya penurunan penyusutan investasi sebesar Rp 627 juta dan lain-lain yang dipersonalkan Rp 120 juta. Jadi ada kenaikan pada beban usaha sebesar 5 persen menjadi Rp 891 juta.
Untuk keuntungan, sebelum direvisi sebesar Rp 84 juta. Namun setelah revisi jumlahnya naik 600 persen menjadi Rp 590 juta.
Sampai akhir tahun 2003 ini, BES menargetkan bisa mencapai 54 emisi. Posisi per 23 Oktober ini jumlah emiten obligasi baru sebanyak 54 emiten, dengan nilai Rp 23,7 triliun. Dengan begitu, total nilai outstansing obligasi korporasi diharapkan menjadi Rp 42,85 triliun dari 80 emiten.
Sedangkan, untuk Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan 2004, BES memprediksikan untuk rugi laba dengan komposisi sebagai berikut, pendapatan usaha Rp 23,32 miliar, beban usaha Rp 22,781 miliar, laba Rp 251 juta, penghasilan lain Rp 664 juta, laba belum dikurangi pajak Rp 920 juta dan pembayaran pajak tangguhan Rp 270 juta. Dengan begitu mencatat laba bersih sebesar Rp 650 juta. Nilai ini naik 10 persen dari RKAT 2003.
Sedangkan untuk target jumlah emisi di BES 2004, untuk equitas 5, sedangkan obligasi 25 dengan komposisi jatuh tempo 14 emiten dan yang baru 11 emiten. Hendarmojo mengakui untuk tahun 2004 kemungkinan pasar obligasi dan saham tidak sebesar 2003. Asumsinya bisa jadi, menurut dia, karena adanya pelaksanaan pemilu. “Tahun depan tak sehebat 2003. Mungkin karena faktor pemilu jadi agak konservatif,” katanya.
Dari hasil RUPS yang dilaksanakan sore tadi, pemegang saham menyetujui revisi RKAT 2003 dan proyeksi RKAT 2004 BES.
Fitri Oktarini - Tempo News Room
|