Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Standard Chartered Gandeng Mandiri dan Danarekasa
22 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Standard Chartered Bank gandeng dua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pengelolaan dana di Indonesia, PT Danarekasa Investment Management dan Mandiri Securitas untuk bekerja sama dalam mengelola produk Reksadana.

Dalam kerja sama tersebut, produk-produk Reksadana dari Danareksa dan Mandiri Securitas akan dipasarkan ke seluruh cabang dan outlet-outlet Standard Chartered Bank diseluruh Indonesia. Demikian dinyatakan General Manager Wealth Management Standard Charted Bank Indonesia Darmadi Sutanto, pada pers di Jakarta, Rabu (22/10) sore.

Sebelumnya, Standard Chartered Bank telah memulai kampanye di bidang wealth management atau pengelolaan kekayaan sejak 2001. Pada Juli 2003 lalu Standard Chartered Bank telah meluncurkan produk Bancassurance dengan Allianz. Produk tersebut menawarkan perlindungan jiwa yang komprehensif serta dirancang khusus untuk memberikan keuntungan yang maksimal.

Standard Chartered Bank juga meluncurkan kampanye yang bernama program WOW atau Wealth on Wealth yang bertujuan untuk merencanakan, mengembangkan dan melindungi kekayaan dan aset nasabahnya. Kampanye ini diluncurkan secara serentak di Medan, Bandung, dan Surabaya.

Untuk Danarekasa Investment Management, yang sudah mengelola dana lebih dari Rp 5,5 triliun, akan meluncurkan Reksadana seperti Seruni Pasar Uang, Dana Tetap Optimal, Danareksa Anggrek, Danareksa Mawar dan Melati Dolar AS. Sedangkan Mandiri Securitas, yang sampai saat ini sudah mengelola dana sebesar Rp 3,7 triliun, menawarkan Mandiri Dana Pendapatan Tetap dengan minimum alokasi 80 persen di obligasi dan maksimum 20 persen di saham.

Fitri Oktarini - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data