Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Pemerintah Indonesia Tidak Tegas Dalam Kasus Longsor di Freeport
22 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah dinilai tidak tegas dalam menangani kasus tanah longsor di areal PT Freeport, Papua.

Penilaian itu disampaikan Kepala Divisi Kampanye dan Pendidikan Publik WALHI Nur Hidayati, dalam sebuah konferensi pers di kantor Walhi, di Jakarta, Rabu (22/10) siang. “Kami sedang berpikir apakah perlu melakukan gugatan hukum, seperti pada kasus tanah longsor tahun 2000 lalu,” kata Nur pada TNR usai acara tersebut.

Nur mengatakan, saat ini walhi sedang menggali data tentang penyebab longsornya tanah di areal pertambangan PT Freeport, yang mengakibatkan delapan orang meninggal dan lima orang terluka. Nur menduga hal itu disebabkan kelalaian dari perusahaan, karena tidak mengaplikasikan standard keselamatan kerja.

Nur juga mengatakan bahwa tim investigasi yang diturunkan pemerintah tidak efektif. Hal itu antara lain karena pemerintah tidak pernah terbuka terhadap hasil temuan tim. “Temuan itu hanya menjadi rahasia pemerintah dan PT Freeport,” katanya.

Berdasarkan analisis pihaknya, penyebab longsor menurut Nur adalah akibat kapasitas produksi yang sangat berlebihan, sebesar 250 ribu per ton per hari. PT Freeport Indonesia, kata Nur tidak memperhatikan adanya kapasitas alami yang dimiliki. “WALHI mendesak agar Freeport menurunkan kapasitas produksi. Karena selama ini penyebab masalah mendasar tersebut belum dipecahkan,” katanya.

Nur menambahkan perlu adanya tim investigasi independent untuk menangani masalah ini. Tim tersebut bisa terdiri dari lembaga-lembaga internasional yang punya kredibilitas dan kepedulian terhadap HAM dan lingkungan.

Dhian N Utami/TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data