TEMPO Interaktif, Jakarta:China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) akan membangun sumur pengeboran gas bumi di Pulau Pabelokan bagian barat, Kepulauan Seribu. Perusahaan tambang migas asal Cina itu diminta memasok gas ke Perusahaan Listrik Negara (PLN), sebesar 80 juta kaki kubik per hari.
Kepala China National Offshore Pabelokan, Heri Subianto, di Jakarta, Selasa (21/10), mengatakan, pasokan gas ke PLN itu sebesar 80 persen dari kapasitas produksi sebanyak 100 juta kaki kubik per hari. Sedangkan 20 persennya, akan ditawarkan kepada pihak lain yang berminat membeli. "Kami akan mencari pasar baru untuk 20 juta kaki kubik gas sisanya," katanya. Menurut Heri, cadangan gas yang ada di tempat tersebut diperkirakan lebih dari 300 miliar kaki kubik.
Rencananya, kilang gas akan dibangun pada pertengahan tahun 2004 mendatang. Tapi proses produksi akan dimulai pada 2005, karena suplai gas ke PLN baru akan dilakukan pada kuartal pertama tahun 2005. Heri mengatakan, perusahaannya telah mengeluarkan dana investasi lebih dari US$ 200 juta untuk eksplorasi, pengembangan, dan pembangunan kilang.
Pada tahap awal proses produksi, kata dia, volume tidak langsung sesuai kapasitas tetapi akan meningkat secara bertahap. Gas tersebut akan digunakan PLN untuk sumber energi pembangkit listrik di Jawa Barat. Penyaluran gas menggunakan jaringan transmisi pipa gas west java yang telah ada.
Dikatakannya, selama ini China National Offshore memproduksi minyak mentah sekitar 95 ribu barel per hari, dari total 806 sumur yang dimiliki. Heri mengaku, volume produksi cenderung menurun dari tahun ke tahu. "Kendati demikian, ini merupakan produksi offshore terbesar di Indonesia," katanya.
Penurunan volume produksi itu dikarenakan tidak semua sumur minyak tersebut berproduksi. Hanya 479 sumur yang aktif, sedangkan sisanya tidak aktif karena sedang perawatan peralatan atau sumur telah tua dan habis cadangannya. Sebagian besar minyak mentah produksi Pabelokan diekspor ke luar negeri. Pasar Vhina National Offshore terbesar adalah Amerika dan Jepang. Sedangkan sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room