Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

China National Offshore akan Bangun Sumur Gas di Pabelokan
21 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) akan membangun sumur pengeboran gas bumi di Pulau Pabelokan bagian barat, Kepulauan Seribu. Perusahaan tambang migas asal Cina itu diminta memasok gas ke Perusahaan Listrik Negara (PLN), sebesar 80 juta kaki kubik per hari.

Kepala China National Offshore Pabelokan, Heri Subianto, di Jakarta, Selasa (21/10), mengatakan, pasokan gas ke PLN itu sebesar 80 persen dari kapasitas produksi sebanyak 100 juta kaki kubik per hari. Sedangkan 20 persennya, akan ditawarkan kepada pihak lain yang berminat membeli. "Kami akan mencari pasar baru untuk 20 juta kaki kubik gas sisanya," katanya. Menurut Heri, cadangan gas yang ada di tempat tersebut diperkirakan lebih dari 300 miliar kaki kubik.

Rencananya, kilang gas akan dibangun pada pertengahan tahun 2004 mendatang. Tapi proses produksi akan dimulai pada 2005, karena suplai gas ke PLN baru akan dilakukan pada kuartal pertama tahun 2005. Heri mengatakan, perusahaannya telah mengeluarkan dana investasi lebih dari US$ 200 juta untuk eksplorasi, pengembangan, dan pembangunan kilang.

Pada tahap awal proses produksi, kata dia, volume tidak langsung sesuai kapasitas tetapi akan meningkat secara bertahap. Gas tersebut akan digunakan PLN untuk sumber energi pembangkit listrik di Jawa Barat. Penyaluran gas menggunakan jaringan transmisi pipa gas west java yang telah ada.

Dikatakannya, selama ini China National Offshore memproduksi minyak mentah sekitar 95 ribu barel per hari, dari total 806 sumur yang dimiliki. Heri mengaku, volume produksi cenderung menurun dari tahun ke tahu. "Kendati demikian, ini merupakan produksi offshore terbesar di Indonesia," katanya.

Penurunan volume produksi itu dikarenakan tidak semua sumur minyak tersebut berproduksi. Hanya 479 sumur yang aktif, sedangkan sisanya tidak aktif karena sedang perawatan peralatan atau sumur telah tua dan habis cadangannya. Sebagian besar minyak mentah produksi Pabelokan diekspor ke luar negeri. Pasar Vhina National Offshore terbesar adalah Amerika dan Jepang. Sedangkan sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Retno Sulistyowati - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data