TEMPO Interaktif, Jakarta:Penawaran saham Perusahaan Gas Negara (PGN) kemungkinan akan dilakukan pada minggu kedua Desember mendatang.
Hal itu dikemukakan sumber TNR yang ikut serta dalam pembahasan privatisasi PGN. Sampai saat ini pemerintah masih harus meminta persetujuan DPR untuk privatisasi perusahaan tersebut.
Kepada TNR sumber mengatakan, pemerintah baru akan meminta persetujuan DPR untuk privatisasi perusahaan tersebut. "Sekarang baru pembicaraan dengan komisi IX DPR," katanya, Selasa (21/10). Permintaan persetujuan itu menurutnya diperlukan sebagai rekomendasi untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah bagi pelaksanaan privatisasi PGN.
Dalam dua pekan ini, proses privatisasi itu memasuki tahap pemasaran awal pre marketing ke Singapura, Hongkong, London, Eropa, Amerika Serikat dan dalam negeri. Tahap ini telah dimulai Senin kemarin. Tetapi sumber itu tidak menjelaskan berapa persen yang akan ditawarkan kepada para investor. Ia hanya mengatakan nilai buku yang dipakai adalah nilai buku pada triwulan
ketiga, September 2003.
Sementara itu, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara WMP Simanjuntak memastikan akan menjual 30 persen saham perusahaanya ke publik pada akhir November. "Tiga puluh persen itu setara US$ 400 juta," katanya beberapa waktu lalu. Namun tidak tertutup kemungkinan saham yang ditawarkan akan lebih dari 30 persen dan kombinasi dari saham pemerintah dan saham baru.
Edy Can-TNR