TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Clipan Finance Indonesia akan menerbitkan obligasi senilai Rp 150 miliar, dengan jangka lima tahun.
Obligasi ini ditawarkan dengan tingkat bunga tetap berkisar antara 13,5 persen sampai 14,5 persen pertahunnya. Demikian dinyatakan Direktur Utama PT Clipan Finance Indonesia Tbk, Gita Puspa Kirana Darmawan pada paparan publiknya di Plaza Bapindo, Jakarta, Senin (20/10).
Gita menjelaskan, dana hasil obligasi rencananya akan dipergunakan secara keseluruhan untuk memperkuat modal kerja dalam rangka peningkatan pembiayaan perseroan. "Apabila dana hasil obligasi ini belum terpakai seluruhnya, maka akan digunakan untuk investasi dalam pasar modal dan atau instrumen pasar uang," kata Gita.
Ia menjelaskan, sampai akhir September 2003 dana pembiayaan dari PT Clipan Finance Indonesia Tbk sebesar Rp 284 miliar, dia menargetkan sampai akhir tahun bisa mencapai angka di atas Rp 300 miliar. Untuk 2004, perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor khususnya mobil ini menargetkan bisa meningkatkan pembiayaan baru sampai Rp 600 miliar, dan 2008 sampai Rp 1,3 triliun.
Gita juga menjelaskan seandainya penerbitan obligasi tidak mencukupi kebutuhan perseroan, pihaknya akan mencari pinjaman dari bank atau dengan alternatif lain seperti mengeluarkan right issue lagi. Struktur modal yang dimiliki oleh Perseroan ini modal sendiri sendiri Rp 240 miliar. Ditambah dengan rencana obligasi Rp 150 miliar. Pinjaman bank itu Rp 20 miliar dan dana ceneling dengan Bank Panin sebesar Rp 200 miliar.
Dalam obligasi ini perusahaan yang 44,79 persen sahamnya dimiliki oleh Panin Group akan memberikan jaminan fidusia atas piutang yang diberikan oleh perseroan sejumlah 100 persen dari jumlah pokok obligasi pada setiap triwulan. Bertindak sebagai penjamin emisi evergreen kapital dan wali amanat PT Bank Mega Tbk.
Bisa menjelaskan pihak peruasaah juga sewaktu-waktu bisa melakukan pembelian kembali atas obligasi yang belum jatuh tempo dan akan memberlakukan hal tersebut sebagai pelunasan. Jangka waktu sampai 2008 perseroan berencana meningkatkan cabang-cabang di berbagai daerah sebanyak 16 cabang, sedangkan pada saat ini perseroan baru memiliki lima cabang di Jakarta, Denpasar dan Surabaya.
Fitri Oktarini/TNR