TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan Boediono menegaskan obligasi yang akan diterbitkan tahun depan tidak akan ditambah.
Penegasan itu disampaikan Boediono di Jakarta, Jumat (17/10).Dalam Rancangan APBN 2004 pemerintah mengusulkan akan menerbitkan obligasi luar negeri sebesar Rp 3,5 triliun atau US$ 400 juta dan obligasi dalam negeri Rp 28 triliun.
Menurut Boediono, pemerintah akan fleksibel dalam menerbitkan obligasi tahun depan. "Yang akan dilakukan hanya menggeser-geser jumlahnya untuk dalam dan luar negeri," katanya.
Dari jumlah itu, katanya, pemerintah tidak akan menambah jumlahnya tapi hanya memperhatikan jumlah surat utang setiap kali penerbitan. "Mana yang menguntungkan bagi keuangan negara, dari dalam atau yang luar negeri,” tegasnya. Jumlah obligasi sebesar US$ 400 juta merupakan jumlah minimum yang dicantumkan dalam RAPBN 2004.
Sebelumnya Kepala Manajemen Obligasi Negara Fuad Rahmany mengungkapkan pemerintah kemungkinan akan mengusulkan menambah obligasi luar negeri hingga US$ 500 juta. Karena jumlah yang diusulkan itu dinilai terlalu kecil untuk pasar internasional
Hal ini juga sejalan dengan hasil roadshow Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah ke beberapa negara yang mendapat respon positif dari investor untuk membeli obligasi pemerintah Indonesia itu.
bagja hidayat/TNR