|
Ekonomi Bisnis
Jawa Post Terbitkan Obligasi Rp 200 Miliar
16 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Jawa Post akan menjaminkan aktiva tetap yang akan dimiliki anak perusahaannya PT Prima Elektrik Power (PEP), dalam penerbitan obligasi PT Jawa Post tahun 2003 senilai Rp 200 miliar.
Aktiva yang disebutkan sebagai jaminan yaitu berupa beberapa bidang tanah di Desa Sumengko Gresik Jawa Timur dengan luas 46, 775 meter per segi dan proyek pembangkit listrik tenaga uap yang akan dibangun di tanah tersebut.
Jaminan juga meliputi mesin-mesin, peralatan, serta hak tagih atas klaim asuransi terhadap jaminan tersebut, dengan jangka waktu satu tahun setelah tanggal emisi obligasi. Demikian dinyatakan Direktur Utama PT Jawa Post Dahlan Iskan di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Kamis (16/10).
Menurut rencana, dana hasil obligasi yang tingkat bunganya sebesar 13-14 persen per tahun dengan suku bunga tetap itu akan digunakan untuk pembangunan proyek PLTU milik PT Prima Elektrik Power, penambahan modal kerja PT Adi Prima Suraprita yang merupakan anak perusahaan perseroan tersebut, dan untuk melunasi hutang perseroan. Total hutang yang dimiliki oleh PT Jawa Post sebesar Rp 25 miliar.
PT Jawa Post seperti diketahui memfokuskan diri pada pengembangan industri media informasi. Meski begitu, pihaknya juga melakukan pengembangan usaha seperti usaha transportasi, pembangkit listrik, percetakan, dan pabrik kertas.
Sampai saat ini, sirkulasi Jawa Post telah mencapai 35,6 persen dari pangsa pasar di Jawa Timur. Sedangkan pertumbuhan iklannya 30 persen setiap tahun. Dari data neraca konsolidasi yang dipaparkan, diketahui aktiva perusahaan pada semester pertama tahun 2003 sebesar Rp 709,6 miliar, sedangkan pada posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 607,4 miliar. Pendapatan bersih pada tahun lalu Rp 437,6 miliar dengan laba usaha sebesar Rp 110 miliar.
Sementara nilai investasi PLTU sebesar Rp 180 miliar dengan kapasitas 25 megawatt. Listrik yang dihasilkan PLTU 22 megawatt akan digunakan untuk internal perusahaan, yaitu pabrik kertasnya, 2 megawatt untuk keperluan lainya, sedangkan sisanya 1 megawatt untuk berjaga terhadap penurunan kapasitas.
Dahlan mengatakan dengan adanya pembangkit berarti penghematan yang bisa dilakukan sebesar Rp 1 miliar, karena pengeluaran untuk biaya listrik saja sebesar Rp 5,5 miliar. Dengan adanya PLTU hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 4,5 miliar.
Sementara itu Dahlan mengatakan, pihaknya belum akan melakukan Initial Public Offering (IPO) karena ia merasa belum ada pengalaman IPO yang berhasil dalam penerbitan obligasi ini. “Selamat tinggal IPO,” katanya.
Obligasi Jawa Post telah mendapat rating ide A untuk perusahaan dan ide A- untuk obligasi dari perusahaan pemeringkat efek Indonesia. Obligasi akan didapatkan di Bursa Efek Surabaya 20 November mendatang. Sedangkan masa penawaran pada publik pada tanggal 12-14 November. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi PT Makinta Securities dan PT Panin Securities Tbk. Sedangkan wali amanat PT Bank Mandiri Tbk.
Fitri Oktarini - Tempo News Room
|