|
Penghentian Produksi PT Freeport Bisa Lebih Panjang
15 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Waktu penghentian aktivitas produksi di PT Freeport Indonesia akibat tanah longsor bisa lebih lama. Tim penyelidik yang telah dikirim pemerintah belum bisa memberikan solusi signifikan untuk mengatasi masalah tersebut.
Dirjen Biologi dan Sumber Daya Mineral Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral, Wimpy S. Tjetjep, Jakarta, Rabu (15/10) mengatakan, hingga saat ini tim terus melakukan penyelidikan secara terpadu untuk mengatasinya. "Tetapi kalau tidak bisa diatasi maka penghentian produksi akan berlangsung cukup lama," kata dia.
Sebelumnya, pemerintah memperkirakan produksi akan terhenti selama dua minggu saja. Dengan asumsi masalah ini bisa segera terselesaikan. Namun, tim penyelidik belum memperoleh hasil yang signifikan.
Berdasarkan laporan sementara yang diterima, kata Wimpy, diperkirakan daerah yang longsor itu merupakan zona-zona lemah yang memang rawan longsor. Di area itu jenis batuannya telah jenuh air, sehingga tidak mampu lagi menyerap air ketika hujan turun. Akibatnya mudah sekali terjadi longsor.
Pemerintah belum mengambil kesimpulan bahwa peristiwa itu murni karena faktor alam. Pemerintah akan menyelidiki kemungkinan faktor lain, misalnya produksi yang berlebihan. "Kita mau cek lagi, apakah produksi memang sesuai dengan perencanaan," kata dia.
Humas PT Freeport Indonesia, Sidharta Mursyid, membantah bahwa peristiwa longsor di areal pertambangannya akibat kelebihan produksi. Ia memastikan, volume produksi PT Freeport Indonesia telah sesuai perencanaan. Ia menyebutkan volume produksi bijih sebesar 240 ribu ton per hari. Produksi konsentrap penghasil tembaga ditargetkan sebesar 1,4 miliar pounds pada 2003 ini. Sedangkan target produksi konsentrap penghasil emas sebesar 2,6 juta ons.
Sidharta mengatakan, sejauh ini belum ada protes dari pelanggan berkaitan dengan penghentian produksi tersebut. PT Freeport telah membicarakan masalah yang dialaminya kepada para pembeli yang tersebar diseluruh dunia. Selain itu, kata Sidharta, Freeport memiliki cadangan untuk berproduksi selama tujuh hari sejak terjadinya longsor Kamis pekan lalu.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room
|