Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Pemerintah Buka Tender 10 Blok Migas Baru
14 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah membuka tender untuk 10 blok minyak dan gas baru kepada para investor.

Kesepuluh blok migas yang ditawarkan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak dan gas dalam negeri. Secara rinci, nama-nama blok migas yang ditawarkan pemerintah yaitu blok Lhoksumawe (5860 km2), blok Ujung Kulon di Banten (3. 725 km2), blok North East Madura III di lapas pantai Jawa Timur (3. 750 km2), blok North East Madura IV (3. 750 km2), blok North East Madura V (3. 750 km2), blok Rote I di NTT (18. 670 km2), blok Rote II (14. 200 km2), Blok Babar di Maluku (17. 520 km2), blok Selaru (19. 310 km2), dan blok Manokwari (8. 945 km2).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Iin Arifin Takhyan mengatakan, pengambilan bid info terhadap 10 blok yang ditawarkan berlangsung mulai 1 Desember 2003 sampai 31 Mei 2004. Sedangkan batas akhir penyerahan dokumen penawaran oleh peserta tender tanggal 30 Juni 2004. “Evaluasi dokumen penawaran 1,5 bulan. Namun, hal itu tergantung dari jumlah peserta tender yang menyerahkan dokumen penawaran,” kat Iin. Klarifikasi forum sendiri, lanjutnya, akan diselenggarakan 18 Juni 2004.

Iin menambahkan, sebelum membuka tender, pemerintah telah melakukan studi terlebih dahulu terhadap wilayah kerja pertambangan yang ditawarkan. “Studi itu mencakup nilai keekonomian. Jadi, sudah ada perkiraan apakah blok yang ditawarkan ada isinya, dan berapa besarnya,” ujarnya.

Kalau yang blok yang ditawarkan itu tidak laku, ia menjelaskan, penawaran terus berlangsung. “Kalau ternyata ada yang tertarik mengajukan diri untuk mengelolanya, dan mereka perusahaan bonafit, kita langsung hargai,” kata Iin.

Selain itu, ucap Iin, jika ada perusahaan yang berinisiatif mengajukan diri karena sudah mengetahui ada suatu daerah yang berpotensi menghasilkan migas, maka pemerintah akan menawarkannya terlebih dahulu melalui surat kabar selama satu bulan. “Kita lihat apakah ada perusahaan lain yang tertarik. Kalau tidak ada, kita langsung berikan ke perusahaan yang yang mengajukan,” ucap Iin. Tapi, ia melanjutkan, jika ternyata ada perusahaan lain yang berminat, maka akan ada kompetisi antar perusahaan yang berminat untuk menawarkan program terbaik.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan, sebelum blok-blok migas itu ditawarkan, pemerintah telah melakukan studi untuk melihat visibilitas blok yang ditawarkan. “Setelah itu baru ditawarkan untuk dibuka tendernya,” kata Purnomo.

Ia juga menambahkan, tetap terbuka kemungkinan bagi para investor yang hendak mengambil daerah-daerah yang belum dipelajari Dirjen Migas. Namun, ucapnya, hal itu tetap mengikuti prinsip-prinsip transparansi. “Jadi tidak bisa begitu saja investor ingin mengambil daerah tertentu,” katanya.

Yandhrie Arvian/TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data