TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menjamin keamanan pasokan bahan bakar minyak selama hari raya Idul Fitri, Natal, hingga tahun baru. Pemerintah berjanji tidak akan terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) hingga akhir tahun ini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Selasa (14/10), mengatakan pemerintah telah meminta Pertamina untuk mempersiapkan kebutuhan BBM selama hari raya tersebut. Pertamina juga diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan konsumsi BBM. “Nggak ada masalah,” ujarnya.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ariffi Nawawi berjanji untuk memenuhi kebutuhan BBM hingga akhir tahun seperti yang diminta pemerintah. Menurutnya, kebutuhan BBM saat ini sekitar 1 juta barrel per hari. Produksi Pertamina hanya 80 persennya, sedangkan sisanya akan diimpor dari luar negeri.
Kepastian tentang keamanan pasokan BBM itu, kata Ariffi, juga dikarenakan akan segera beroperasinya Kilang Balongan. Diperkirakan pada 24 Oktober mendatang kilang terbesar milik Pertamina itu akan mulai berproduksi kembali. Namun, volume produksi tidak langsung penuh sebesar 120 ribu barrel per hari, melainkan akan meningkat secara bertahap. Tetapi, ia yakin hal itu tidak akan mengganggu pasokan dalam negeri. Pertamina akan menjaga stok BBM untuk 24 hari.
Berbagai upaya akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri. Selain mengandalkan hasil produksi kilang minyaknya, Pertamina juga akan mengimpor BBM maupun minyak mentah sesuai kebutuhan. Rencananya Pertamina akan mengimpor minyak mentah dari Libya sekitar 15 ribu barrel per hari.
Kerjasama jual beli minyak mentah itu merupakan kesepakatan antara Pemerintah Libya dengan Menperindag Rini MS Soewandi saat kunjungannya ke Libya beberapa waktu lalu. Dalam hal ini pemerintah melakukan imbal dagang dengan produk-produk nonmigas, terutama tekstil.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room