Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

BPK Akan Audit Obligor Penerima Surat Lunas
13 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Billy Judono mengatakan, pihaknya akan mengaudit tiga pengutang yang sudah mendapatkan surat lunas dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional.



Tapi sebelumnya, BPK terlebih dulu akan melakukan pengecekan. "Saya mau lihat dulu keputusan tertulisnya," kata Billy di Jakarta, Senin (13/10).Sejauh ini, katanya, pihaknya belum menerima keputusan dari BPPN yang sudah disahkan melalui rapat Komiter Kebijakan Sektor Keuangan. Bahkan ia mengaku tidak tahu jumlah obligor yang sudah mendapat surat lunas itu. "Kemarin lima, hilang lagi beritanya, sekarang muncul ada tiga atau lima," katanya, "Saya tak akan memberi komentar."

Padahal rapat Komite Kebijakan sudah menyetujui lima obligor Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham untuk diampuni. Namun, rapat memutuskan baru tiga yang sudah mendapat surat lunas yakni The Nin King, pemilik Bank Danahutama dengan tunggakan Rp 18 miliar; Hendra Liem pemilik Bank Budi Internasional dengan jumlah tunggakan Rp 17,3 miliar dan Ibrahim Risjad mantan pemilik Bank Risjad Salim Internasional dengan tunggakan Rp 332 miliar.

Sedangkan dua obligor lainnya yaitu bekas pemilik Bank Central Asia Anthony Salim yang tunggakannya sebesar Rp 52 triliun dan bekas pemilik Bank Surya Sudwikatmono yang tunggakannya Rp 1,9 triliun masih belum diputuskan bebas karena dinilai ada beberapa asetnya bermasalah di BPPN.

Audit yang akan dilakukan oleh BPK, kata Billy, adalah mencocokan hasil audit BPPN dengan audit yang dilakukan BPK. "Audit performance tentang ketaatan bekas pemilik saham melaksanakan kewajibannya," katanya. BPK akan memakai data-data yang sudah dimilikinya lalu dicocokan dengan audit BPPN. "Nanti akan diberikan pendapat apakah kami sepakat atau tidak," katanya. Tapi Billy belum berani berkomentar karena belum ada surat secara tertulis.

bagja hidayat/TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data