Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Sejumlah Gudang Bulog akan Dijadikan Pusat Perkulakan Pangan
13 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama Perum Bulog Widjanarko Puspoyo mengatakan, pihaknya akan mengubah gudang Bulog di sejumlah kota menjadi pusat perkulakan pangan.


Menurut Widjanarko, untuk itu Bulog akan bekerja sama dengan perusahaan ritel PT Natura. Adapun alasan pengubahan fungsi gudang Bulog tersebut disebabkan posisi gudang yang tidak ideal dan pemanfaatannya kurang maksimal.

“Ada gudang Bulog yang letaknya berhadapan dengan hotel bintang lima dan sudah diprotes walikota setempat,” kata Widjanarko kepada wartawan usai menandatangani nota kesepahaman antara kedua pihak dalam rangka pemanfaatan aset Perum Bulog, di Jakarta, Senin (13/10) siang.

Rencana pembentukan perkulakan itu, lanjutnya, juga bertujuan melindungi petani, usaha kecil-menengah dan koperasi dari gempuran produk pangan impor. Dengan demikian diharapkan akan ada akses pasar untuk produk lokal tersebut. Agar dapat bersaing, maka akan dibentuk satu tim khusus yang akan memberikan bantuan teknis agar pengolahan produk menghasilkan pangan yang berkualitas dan menarik konsumen.

Mengenai dana, Widjanarko akan mengajak sejumlah bank untuk turut serta dalam proyek ini. Namun ia belum bisa memastikan, berapa dana yang dibutuhkan dan jumlah pusat perkulakan yang akan dibangun.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Natura Hari Darmawan memperkirakan dalam satu tahun rencana tersebut akan terealisasi. Dalam hal ini PT Natura akan menyediakan bantuan berupa strategi ritel untuk mengembangkan pusat perkulakan tersebut. Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) ini mengatakan, proyek itu diharapkan akan menjaga keseimbangan persaingan dengan hipermarket asing yang telah beroperasi di Tanah Air.

adek/TNR



Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data