TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama Perum Bulog Widjanarko Puspoyo mengatakan, pihaknya akan mengubah gudang Bulog di sejumlah kota menjadi pusat perkulakan pangan.
Menurut Widjanarko, untuk itu Bulog akan bekerja sama dengan perusahaan ritel PT Natura. Adapun alasan pengubahan fungsi gudang Bulog tersebut disebabkan posisi gudang yang tidak ideal dan pemanfaatannya kurang maksimal.
“Ada gudang Bulog yang letaknya berhadapan dengan hotel bintang lima dan sudah diprotes walikota setempat,” kata Widjanarko kepada wartawan usai menandatangani nota kesepahaman antara kedua pihak dalam rangka pemanfaatan aset Perum Bulog, di Jakarta, Senin (13/10) siang.
Rencana pembentukan perkulakan itu, lanjutnya, juga bertujuan melindungi petani, usaha kecil-menengah dan koperasi dari gempuran produk pangan impor. Dengan demikian diharapkan akan ada akses pasar untuk produk lokal tersebut. Agar dapat bersaing, maka akan dibentuk satu tim khusus yang akan memberikan bantuan teknis agar pengolahan produk menghasilkan pangan yang berkualitas dan menarik konsumen.
Mengenai dana, Widjanarko akan mengajak sejumlah bank untuk turut serta dalam proyek ini. Namun ia belum bisa memastikan, berapa dana yang dibutuhkan dan jumlah pusat perkulakan yang akan dibangun.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Natura Hari Darmawan memperkirakan dalam satu tahun rencana tersebut akan terealisasi. Dalam hal ini PT Natura akan menyediakan bantuan berupa strategi ritel untuk mengembangkan pusat perkulakan tersebut. Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) ini mengatakan, proyek itu diharapkan akan menjaga keseimbangan persaingan dengan hipermarket asing yang telah beroperasi di Tanah Air.
adek/TNR