TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Rakyat Indonesia (BRI) menawarkan sebanyak 4,235 miliar lembar saham yang terdiri dari 2,47 miliar lembar saham biasa milik negara dan 1,764 miliar lembar saham seri baru. Nilai nominal per saham tersebut sebesar Rp 500.
Direktur Utama BRI Rudjito mengatakan penawaran saham ini digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, mendanai pertumbuhan di masa depan, termasuk kemampuan pemberian keredit dan penyediaan produk pembiayaan, serta meningkatkan sistem pelaporan informasi, dan menerapkan core banking system melalui jaringan BRI.
Selain itu, sesuai dengan paparan Ito Warsito, Presiden Direktur Bahana Securities, selaku penjamin pelaksana emisi, pemerintah selaku pemegang saham mayoritas juga memberikan opsi pemesanan lebih dan opsi penjatahan lebih.
Opsi pemesanan lebih dapat dilaksanakan sebagian atau seluruhnya pada setiap saat sejak berakhirnya masa penawaran, sedangkan opsi penjatahan lebih juga dapat dilaksanakan sebagian atau seluruhnya pada setiap saat pada jangka waktu 30 hari kalender sejak tanggal pencatatan.
Rudjito juga mengungkapkan bagi para nasabah BRI akan diberikan diskon 3 persen dari harga penawaran final untuk yang berminat terhadap saham bank tersebut. Nasabah bank BRI diberikan penjatahan pasti maksimum 2.000 lot saham.
Menurut rencana saham ini akan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya tanggal 10 November mendatang. Bank BRI sendiri akan mengadakan serangkaian road show di dalam dan luar negeri seperti di Singapura, Hongkong, Eropa, dan Amerika mulai tanggal 13 sampai 28 oktober.
Edy Can - Tempo News Room