|
Ekbis
PT Berlina tbk. Terbitkan Obligasi Rp 150 Miliar
13 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT. Berlina tbk (BRNA) akan menerbitkan emisi obligasi pertama sebesar Rp 150 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 13,625 persen sampai 14, 125 persen per tahun. “Jika obligasi ini over subcribe, obligasi ini memiliki greenshoe option sampai Rp 50 miliar,” kata Presiden Direktur PT. Berlina tbk. Antonius Hanifah Kumala, dalam paparan publiknya di Hotel Mid Plaza Jakarta, Senin (13/10).
Antonius Hanifah mengatakan dana dari hasil penawaran obligasi yang berjangka waktu 5 tahun ini 80 persennya akan dipergunakan untuk ekspansi usaha dan 20 persen untuk penambahan modal kerja. Ekspansi yang akan dilakukan oleh perusahaan pemasok kemasan plastik ini antara lain investasi pada fasilitas blow and injection moulding serta fasilitas mould making.
Perseroan tersebut juga berencana membangun pabrik baru di kawasan Cikarang yang nantinya akan bisa memenuhi kebutuhan kliennya untuk pasar Indonesia bagian barat. Pada kwartal dua 2003, Berlina tbk. telah menjadi pemasok tunggal untuk produk blow moulding and decoration bagi pabrik baru Unilever di Shanghai Cina.
Obligasi Berlina telah mendapat peringkat idBBB+ dari perusahaan pemeringkat efek Indonesia dan perseroan juga menunjuk PT Sucor invests sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Bunga Obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan. Obligasi ini akan dijual dengan pecahan Rp 10 juta.
Posisi kinerja perusahaan sampai April 2003, untuk penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp 71,8 miliar. Dengan proyeksi sampai akhir tahun sebesar Rp 221 miliar. Sedangkan laba bersih yang dtelah dibukukan sampai April 2003 sebesar Rp 6,3 miliar. Pada tahun lalu laba bersih yang dihasilkan sebesar Rp 29,9 miliar.
Obligasi ini yang menurut rencana akan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta tanggal 14 November 2003 ini akan menjaminkan aset perusahaan yang terdiri dari tanah, bangunan, mesin senilai sampai 80 persen dari nilai pokok obligasi.
Pada akhir tahun 2003 ini, pabrik PT Berlina di Hefai, Cina, akan beroperasi. Nilai investasi di Cina ini sebesar US$ 2,5 juta.
Fitri Oktarini - Tempo News Room
|