Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Hadapi Pasar Bebas, Pemerintah Tingkatkan Utilisasi Industri
04 September 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Perindustrian dan Perdagangan akan mendorong peningkatan penggunan kapasitas produksi, terutama di sektor industri.

Hal ini dilakukan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pasar bebas. “Peningkatan utilisasi merupakan langkah pengamanan pasar dalam negeri,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan, Sudarmasto, di Jakarta, Kamis (4/9) siang.

Menurut Sudarmasto, utilisasi produksi di sektor industri saat ini hanya berada pada kisaran 60-70 persen dari kapasitas. Kondisi yang lebih buruk terjadi pada industri pengolahan coklat (kakao) yang utilisasinya hanya sekitar 50 persen dari kapasitas produksi.

Selain untuk mengamankan pasar dalam negeri, menurut Sudarmasto, peningkatan utilisasi diharapkan menjadi substitusi impor. Sebagai contoh, saat ini pemerintah bisa menghemat penggunaan devisa sekitar US$ 125-135 juta per tahun untuk memenuhi kebutuhan impor jagung. Saat ini pemerintah telah melakukan program penanaman jagung di berbagai daerah, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nasional.

Peningkatan utilisasi juga terkait dengan usaha meningkatkan nilai tambah pengolahan sumber daya alam. Sudarmsto mengungkapkan, saat ini sebagian besar komoditas hasil pertanian dan pertambangan diekspor tanpa pengolahan berarti. Misalnya, kulit, mete, kayu dan lainya.

Oleh karena itu, pengolahan lebih lanjut untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, baik melalui perpanjangan rantai pengolahannya maupun penggunaan teknologi yang lebih tinggi, seharusnya menjadi prioritas utama. “Bila hal ini dilakukan, akan menjadi penggerak perekonomian rakyat, terutama di sektor usaha kecil dan menengah,” katanya.

adek/TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data