Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Tingkat Kemiskinan Akan Capai 17 Persen
18 Juni 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perkiraan tingkat kemiskinan dalam Propenas 14 persen tak bisa dipenuhi karena pertumbuhan ekonomi rendah.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Yusuf Kalla, mengakui bahwa tingkat kemiskinan nasional yang ditargetkan dalam Propenas (Program Perencaan Pembanguan Nasional) untuk 2004 tidak bisa dicapai. Dalam propenas angka yang ditargetkan adalah 14 persen. “Realisasinya bisa jadi hanya 16 hingga 17 persen. Jadi ada angka tiga persen yang tidak terpenuhi,” kata menteri dalam konferensi pers di Hotel Millenium Jakarta, Rabu (18/6).

Angka tersebut belum bisa dicapai karena pertumbuhan ekomoni yang belum mencukupi, yaitu sekitar tiga persen. “Nanti setelah 2004 bila pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik, maka kita bisa menurunkan angka itu,” ujar Yusuf. Pertumbuhan ekomoni lanjutnya, sangat terkait dengan tingkat kemiskinan yang terjadi saat ini.

Ia mengatakan bila dalam 10 tahun angka pertumbuhan bisa mencapai enam persen maka tingkat kemiskinan bisa dikurangi. Sebab, tingkat kemiskinan sangat berkorelasi dengan tingkat pengangguran. “Dalam 10 tahun bila pertumbuhan ekomoni bisa konsisten (enam persen) maka kita bisa cepat mengurangi tingkat penganguran,” tuturnya. Ia menghitung pertumbuhan sebesar enam persen akan menyerap tenaga kerja sekitar tiga juta orang pertahunnya.

Sementara itu Deputi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Otonomi Daerah dan Kawasan Regional, Bambang Bintoro, mengatakan, Indonesia sudah masuk dalam komitmen internasional menurunkan kemiskinan absolut hingga 50 persen pada tahun 2015. Penurunan ini dihitung dari angka yang terdapat pada 2002 yang sebesar 18,2 persen atau sekitar 38,4 juta penduduk. “Jadi pada tahun 2015 bisa sembilan persen,” ujar Bambang.

Bambang yang mendampingi menteri mengaku, upaya yang dilakukan harus sangat keras karena harus menyertai proses menaikkan pertumbuhan ekomoni hingga mencapai enam persen pertahun. Untuk menaikkan pertumbuhan ekomoni iklim investasi haruslah baik. “Itu artinya kepastian hukum dan kondisi politik yang kuat harus dicapai pada pemerintahan mendatang,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini pemerintah sudah menginventarisir program yang ada untuk menanggulangi kemiskinan dan memberikan bantuan sebesar Rp 12 triliun untuk program tersebut. Semua intansi pemerintah dan departeman, lanjutnya akan digerakan untuk program tersebut. “Masyarakat harus mengawasi juga seberapa jauh bantuan bisa menjangkau kelompok miskin,” katanya. Program tersebut termasuk pembangunan intrastruktur, bantuan pendidikan. Bantuan dari pemerintah pusat itu diharapkan bisa diikuti oleh pemerintah daerah, melalui sumber dana dari dana alokasi umum dan alokasi khusus.

(Yophiandi Kurniawan-TNR)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data