Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Pengusaha dan Microsoft Sepakat Lawan Pembajakan Software
12 Juni 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Nilai pembajakan piranti lunak di Indonesia US$ 102,9 juta tahun 2002.

Perusahaan piranti lunak PT Microsoft Indonesia dan perusahaan-perusahaan perakit komputer yang tergabung di Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) sepakat untuk bersama-sama melawan pembajakan piranti lunak. Dalam kesepakatan disebutkan para pengusaha selanjutnya hanya akan menggunakan piranti lunak yang berlisensi. Sementara Microsoft berkewajiban memberikan pelatihan, transfer teknologi dan dukungan pemasaran.

Apabila pembajakan piranti lunak berhasil ditekan dan penjualan software berlisensi terus meningkat, kata Ketua Umum APKOMINDO G. Hidayat Tjokrodjojo, diharapkan harganya pun akan terus turun. “Semakin murah harganya, kemungkinan pembajakan software akan semakin rendah,” katanya kepada wartawan sebelum penandatanganan kesepakatan di Jakarta, Kamis (12/6).

Kondisi saat ini, kata Hidayat, dengan harga piranti lunak yang tinggi dan penghargaan masyarakat terhadap hak cipta masih rendah, memberi peluang bagi pembajakan produk ini. Ditambah lagi dengan kecepatan perubahan teknologi piranti lunak.

Sementara menurut Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia Tony Chen mengatakan, dengan tingkat pembajakan piranti lunak yang sangat tinggi, insentif pengusaha untuk memasarkan produknya di Indonesia menjadi sangat rendah. “Mereka pilih jual di negara yang tingkat pembajakannya rendah,” katanya.

Berdasarkan data Business Software Alliance, tahun lalu diperkirakan kerugian yang diderita para pengusaha piranti lunak di Indonesia akibat pembajakan mencapai US$ 102,9 juta atau meningkat dibanding tahun 2001 sebesar US$ 63,1 juta. Tingkat penggunaan software ilegal di Indonesia tahun lalu diperkirakan mencapai 90 persen atau naik dari tahun sebelumnya sebesar 88 persen.

Padahal, kata Tony, apabila pembajakan piranti lunak ini turun 10 persen dari saat ini, hal tersebut akan mendorong pertumbuhan volume industri teknologi informasi menjadi US$ 2,4 miliar dari saat ini sebesar US$ 1 miliar. Selanjutnya, pertumbuhan itu juga akan menciptakan 4000 lapangan kerja baru di sektor tersebut dan memberikan tambahan kontribusi pajak ke kas negara sebesar US$ 100 juta.

(Sapto Pradityo-TNR)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data