Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Importir Pakaian Bekas Beralih Ke Produk Baru
03 Juni 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pedagang pakaian bekas yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pakaian Bekas (APPB) akan beralih menjadi pedagang pakaian baru produk industri tekstil lokal. "Ini merupakan solusi setelah dikeluarkannya larangan impor pakaian bekas," kata Sudar SA, direktur jenderal perdagangan luar negeri Departemen Perindustrian dan Perdagangan, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/6) siang.

Menurut Sudar, pada Senin (2/6) malam, tiga asosiasi, masing-masing APPB, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Majelis Pengrajin Industri Tekstil Pancasila (AMPITP), menandatangani kesepakatan (MoU). Berdasarkan kesepakatan tersebut, APPB akan memasarkan produk yang dihasilkan API dan AMPITP. Bagi API, kesepakatan ini merupakan upaya untuk menjaga kelangsungan industri tekstil nasional yang mempekerjakan sekitar dua juta buruh dan pedagang pakaian bekas. "Win-win solution," kata Sudar.

Ketua Umum AMPITP Asma Yadimengatakan, sesuai kesepakatan, secara teknis API akan memasok bahan-bahan tekstil untuk diolah AMPITP, kemudian hasil olahan tersebut 'dilempar' ke APPB yang akan berubah nama menjadi Asosiasi Pedagang Produk Bangsa.

Selain menjadi jalan keluar bagi larangan impor yang ditetapkan Menteri Perdagangan, bagi API kesepakatan tersebut merupakan jalan untuk memaksimalkan pasar lokal bagi industri tekstil nasional. Menurut Agus Ngawanto, ketua APPB, asosiasinya memiliki jaringan pedagang yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, dengan total 90 ribu pedagang. Agus menambahkan, di Sumatra Utara, dengan 25 ribu pedagangan pakaian bekas, omzet penjualan mencapai Rp 250 miliar per tahun.

Sebagai tahap awal pelaksanaan, AMPITP telah menyiapkan 700 ribu potong pakaian untuk disalurkan kepada anggota APPB. APPB sendiri, kata Agus, akan melakukan penyuluhan dan seleksi bagi para pedagang yang akan menjual pakaian baru ini. "Tentu akan beda kalau kita jual pakaian bekas degan pakaian baru," katanya. (Adek Media Roza - TNR)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data