Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Ferron Par Pharmaceutical diminta Perbaiki 3 Kekurangan
27 Mei 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim sertifikasi ISO 9001 itu tidak mau menyebutkan apa temuan mereka. Bisa membahayakan publik ?


Bertempat di Graha Elnusa, PT. Ferron Par Pharmaceutical mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000, selasa (27/5). Sertifikat ini diberikan oleh Presiden Director SGS ICS Indonesia (lembaga serifikasi ISO) Eric Roger kepada President Director PT Ferron Par Pharmaceutical Rudy Soetikno. Dari hasil assesment yang dilakukan SGS ICS, didapatkan 3 temuan yang harus diperbaiki oleh perusahaan obat yang baru berdiri 3 bulan lalu ini.

Menurut Eric, tiga temuan yang didapatkan oleh timnya ini bukanlah temuan yang signifikan. Sehingga Ferron Par Pharmaceutcal masih dapat melakukan usaha perbaikan
sampai batas evaluasi enam bulan yang akan datang. Kendati demikian, Eric tidak bersedia mengungkapkan 3 temuan tersebut. “Ini sifatnya rahasia. Hanya timnya dan perusahaan yang bersangkutanlah yang berhak mengetahuinya,” papar Eric. Hal ini pun ditambahkan oleh Djoko Sujono, Managing Director PT Ferron Par Pharmaceutical. Djoko mengatakan bahwa ia lupa apa saja tiga temuan yang didapatkan tersebut.

Eric menjelaskan bahwa sebelum mendapatkan sertifikat ini, PT Ferron Par Pharmaceutical harus diuji kelayakannya. Pengujian ini meliputi Kualitas produk yang dihasilkan, kompetensi karyawan perusahaan, dan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Secara umum, Perusahaan farmasi ini layak untuk mendapatkan serifikat ISO 9001:2000. “Namun harus disertai perbaikan atas tiga temuan tersebut. Jika tidak, akan ditarik kembali sertifikat itu, kata Eric.

PT Ferron Par Pharmaceutical merupakan anak perusahaan dari Dexa Medica Group. Kendati baru didirikan tiga bulan, 10 Februari 2003 lalu, menurut Djoko, Ferron telah diposisikan sebagai salah satu perusahaan manufaktur farmasi di Indonesia yang dirancang dengan penerapan standar GMP (Good Manufacturing Practices) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) tinggi. Djoko juga menjelaskan bahwa Serifikat ISO 9001:2000 ini berbeda dengan standar 9001 sebelumnya. Karena lebih menitik beratkan pada kepuasan pelanggan yang tinggi.”Oleh sebab itu, sertifikasi ini tidak hanya mencakup pembakuan sistem kualitas produksi , tetapi juga sistem operasi pemasaran secara terintegrasi,” kata dia.

Djoko berharap dengan adanya sertifikasi ini akan memungkinkan Ferron yang relatif masih muda untuk selalu berupaya melakukan perbaikan-perbaikan sistemnya di waktu yang akan datang. “Sehingga Ferron mampu meraih berbagai sertifikasi tingkat global yang lebih tinggi,” kata Djoko.

(Detrizki-TNR)


Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data