Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Faisal Basri : KPPU Dapat Bantu Pemerintah Atasi Inflasi
26 Mei 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:KPPU dapat menjadi pengawas iklim usaha persaingan yang tidak sehat dan menguji harga-harga yang ditetapkan pemerintah.


Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha dan pengamat ekonomi Faisal H Basri mengatakan, Indonesia saat ini tengah mengalami permanent output losses atau pertumbuhan ekonomi yang turun dan cenderung stagnan, dalam diskusi KPPU Senin (26/5) siang.

“Sesudah tujuh tahun krisis ekonomi belum tampak perbaikan ekonomi yang signifikan,”ujarnya. Ekonomi Indonesia hingga saat ini belum bisa mencapai posisi seperti sebelum masa krisis. Loan deposit ratio atau perbandingan antara tabungan dengan kredit yang dikucurkan pihak perbankan untuk tahun 2002 hanya sebesar 44 persen. Meskipun begitu Faisal juga mengingatkan bahwa sebelum krisis, tepatnya pada tahun 1994, pertumbuhan ekspor Indonesia turun drastis menjadi sekitar tujuh persen, dari sebelumnya 30 persen pada tahun 1991. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa krisis tidak berpengaruh banyak pada penurunan ekspor Indonesia.

Kendala-kendala internal yang dihadapi Indonesia untuk dapat mengatasi permasalahan itu, menurut Faisal, antara lain memburuknya stok dan kuantitas infrastruktur seperti listrik, jalan raya dan air bersih serta iklim usaha dan persaingan yang tidak sehat seperti penyelundupan, korupsi, kurang kondusifnya arah kebijakan pemerintah dalam iklim persaingan usaha serta masih lemahnya penegakan hukum mengenai persaingan usaha. Akibatnya, daya saing Indonesia terus merosot di kancah perekonomian internasional. Peringkat indeks growth competitiveness Indonesia untuk tahun 2002 berada pada posisi 67 dari 80 negara.

KPPU sebagai badan independen yang bertanggungjawab pada Presiden, tambah Faisal, dapat membantu mempengaruhi inflasi terutama yang disebabkan oleh harga-harga yang ditetapkan pemerintah seperti misalnya tarif listrik, harga pupuk, dan harga beras. Selain itu KPPU juga dapat mempengaruhi inflasi yang disebabkan oleh rigiditas pasar, misalnya kenaikan harga-harga pada bulan-bulan Oktober, November, Desember dimana permintaan konsumsi masyarakat sangat tinggi. “ Rata-rata inflasi pada bulan-bulan itu mencapai 3 persen, sehingga menyumbang inflasi yang tinggi setiap tahunnya,” paparnya. Faisal berharap, KPPU dapat seperti badan pengawas persaingan usaha Australia yang dapat menekan pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga di setiap bulan Desember meskipun permintaan masyarakat mengalami puncaknya.


(Sita Planasari A./TNR)


Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data