TEMPO Interaktif, Jakarta:Mereka minta Indonesia, Filipina dan Thailand membolehkan warganya pergi ke negara tetangga lainnya yang terjangkit SARS.
Malaysia mendesak anggota Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) terutama Indonesia, Filipina dan Thailand, agar mencabut larangan perjalanan ke negara ASEAN lainnya, yang terjangkit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). “SARS telah membuat kita terlalu menderita. Meski wabah itu bisa kita habisi dalam satu atau dua bulan, tetap memakan waktu lebih lama dalam mengembalikan kepercayaan diri bisnis pariwisata kita,” ujar Menteri Kebudayan, Seni, dan Pariwisata Malaysia, Abdul Kadir Sheikh Fadzir, Jumat (23/5).
Seperti diketahui, sindrom pneumonia akut menghantam Asia sejak awal November tahun lalu. Wabah ini membuat bisnis pariwisata wilayah Asia guncang. Ratusan penerbangan terutama ke Cina Daratan, Hongkong, dan Singapura dibatalkan. Biro perjalanan pun menerima ratusan pembatalan perjalanan wisata yang dipandunya.
Kadir menyesalkan sejumlah resolusi ASEAN bidang pariwisata. Meski telah disepakati sejak lama, tapi tak diterapkan dengan baik. “Saya pikir seluruh negara ASEAN harus bertanggungjawab hal ini,” tuturnya. Kadir sendiri mengakui jumlah turis Malaysia merosot tajam sejak awal tahun ini.
Secara khusus Kadir mendesak Indonesia, Filiphina dan Myanmar untuk mencabut larangan perjalanan. Ketiganya merupakan negara-negara yang terbebas dari wabah mematikan itu. “Kita harus mempertimbangkan pariwisata ASEAN sebagai bisnis domestik. Saya harap kita jangan menjadi egois dan tetap menganjurkan warga kita untuk melancong ke negara-negara tetangga,” sindirnya.
Dia menjelaskan pelancong dari luar wilayah ASEAN mengalami shock berkelanjutan. Berawal dari tragedi 11 September 2001, pengeboman di Bali, dan terakhir sindrom pernafasan akut. “ Industri pariwisata kita harus menebus kerugian karena ke tiga peristiwa ini. Karena itu, kita harus memudahkan segala prosedur untuk bangkitnya pariwisata kita,’ pinta Kadir.
Sementara Deputi Sekretaris Jenderal Sekretariat ASEAn di Jakarta Tran Duc Minh membenarkan fakta ambruknya industri pariwisata di Singapura, Thailand dan Vietnam akibat SARS. “Ada kebutuhan mendesak untuk mempromoskan pariwisata intra ASEAN. Pencabutan larangan dapat memacu kebangkitan pariwisata. Kita harus memerangi SARS bersama-sama,” ajaknya.
Pada kesempatan sama Presiden Asosiai Pariwisata ASEAN Argus Salim Abdul Razakmenyatakan bahwa perhimpunan ini telah bekerja sama dengan seluruh pemerintah untuk mencari jalan keluar. Ia meyakini tiap pemerintahan tahu apa yang bisa mendongkrak kembali bisnis ini. Kebanyakan bersedia memberikan paket pariwisata dengan harga murah.
(AFP/Sri Wahyuni)