TEMPO Interaktif, Jakarta:didirikan di tiap negara anggota ADB dengan pusat di Manila.
Asia Development Bank (ADB) mendirikan Yayasan Dana Untuk Kerjasama Gender dan Pembangunan. Pendirian yayasan ini dimaksudkan membantu negara-negara anggota membuat kebijakan tentang gender dan pembangunan serta rencana aksinya. Selain itu, juga untuk memajukan kesamaan gender dan peranan wanita di kawasan Asia Pasifik. Yayasan itu akan didirikan di setiap negara Asia Pasifik yang menjadi kreditor ADB.
" Sudah terlalu sering, wanita menanggung beban kemiskinan, secara sistematis
mereka dikeluarkan dari sektor pelayanan penting dan dalam pengambilan
keputusan ditingkat lokal maupun nasional," kata ADB Principal Social
Development Specialist, Shireen Lateef, dalam pernyataan tertulisnya yang
diterima Tempo News Room, Selasa (20/5).
Ia mengungkapkan dua per tiga penduduk di kawasan Asia Pasifik yang hidup
dalam garis kemiskinan, kebanyakan adalah wanita. Kemampuan rata-rata wanita
dalam membaca dan menulis tetap rendah. Lalu, derajat kematian ibu hamil
masih tinggi. Dan yang lebih memprihatinkan, kata Lateef, praktek kekerasan
terhadap wanita masih sering terjadi di beberapa negara di kawasan Asia
Pasifik.
Menurut dia ide pendirian yayasan berawal dari pemerintah Norwegia. Kemudian
Kanada, Denmark dan Norwegia menyediakan uang senilai US$ 4,2 juta sebagai
dana awal. Sebagai sebuah yayasan multi donor, ADB mengharapkan negara-negara
anggota lainnya memberikan kontribusi untuk mendukung gender dan pembangunan.
Lateef mengatakan ADB dan pemerintah negara-negara berkembang perlu
memperkuat kemampuan. Kemampuan yang lebih memperhatikan gender, sehingga
mampu merancang, mengembangkan dan melaksanakan program.
Ia menambahkan pihaknya mengadopsi suatu kebijakan tentang gender dan
pembangunan pada tahun 1998. langkah ini diikuti dengan suatu rencana aksi,
kemudian dituangkan dalam bentuk perjanjian untuk mengimplementasikannya.
Laporan terakhir menunjukan, sejak kebijakan itu dikeluarkan
secara signifikan ada peningkatan aktivitas gender.
Komitmen ADB dalam gender, yaitu membantu negara-negara anggota
mempersiapkan strategi dan program gender. Lalu, meningkatkan jumlah pinjaman
untuk pembangunan gender dan bantuan pendampingan dan teknik. Bantuan
teknik, umumnya untuk memberantas perdagangangan wanita dan anak di Asia
Selatan dan memperbaiki standar kerja untuk pekerja anak-anak dan wanita.
(Kurniawan-TNR)