|
Ekbis
Harga Gabah di Tingkat Petani di Bawah HPP
01 Mei 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penyebabnya adalah lubernya beras impor dan hasil panen petani.
Harga rata-rata gabah di tingkat petani untuk semua kualitas selama bulan April berada di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Hal ini disebabkan oleh jumlah panen yang meningkat dan banyaknya beras impor masuk ke Indonesia.
“ Juga karena beberapa daerah mengalami serangan hama, sehingga kualitasnya menjadi rendah dan membuat harga turun,” kata Deputi Kepala Badan Pusat Statistik bidang Statistik Ekonomi Slamet Mukeno dalam konferensi pers di Gedung BPS Jakarta, Kamis (1/5).
Slamet mengatakan persentase harga gabah di tingkat petani di bawah HPP naik dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 38,46 persen menjadi 61,89 persen. Sedangkan persentase gabah di luar kualitas turun, yaitu dari 24,04 persen menjadi 20,75 persen.
Menurut dia, harga rata-rata gabah kering giling di tingkat petani sebesar Rp 1.529/kg. Atau, lebih rendah Rp 145 dari HPP sebesar Rp 1.700. Lalu, harga gabah kering simpan sebesar Rp 1.402/kg atau lebih rendah Rp 71 dari HPP Rp 1.500. Dan gabah kering panen Rp 1.172 atau lebih rendah Rp 34,59 dari HPP Rp 1.230.
Slamet menambahkan harga gabah terendah di tingkat petani ada di Jawa Tengah dengan nilai Rp 900/kg, tepatnya di Kabupaten Pati. Sedangkan harga gabah tertinggi dijumpai di Kalimantan Tengah dengan nilai Rp 1.900/kg.
(Kurniawan -TNR)
|