Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

BP Perpakiran Kok Rugi ?
22 April 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penghasilannya cuma setengah dari parkir swasta, dan selalu defisit. Benar ?
Pemerintah propinsi Jakarta akan melakukan evaluasi terhadap badan usaha milik daerah (BUMD) yang tidak kompetitif dan rugi. “kalau keputusannya nanti tidak menguntungkan, ya dilikuidasi, ” ujar Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balai Kota, Selasa (22/4).

Menurut Sutiyoso tidak tertutup kemungkinan hal itu akan terjadi pada badan pengelola perparkiran DKI Jakarta. “ Badan Pengelola Perparkiran akan kita evaluasi hari ini jadi lihat saja nanti hasilnya” kata dia.

Pernyataan itu terkait dengan kerjasama operasional (KSO) antara BP Perpakiran dengan PT. Adi Wira Sembada dalam mengelola perparkiran di seluruh Jakarta. Adapun lahan-lahan parkir yang dikelola KSO ini diantaranya berada dikawasan Monas, Blok M, Mayestik dan Pasar Senen.

Ternyata kerjasama itu selalu merugi padahal kenyataan di lapangan, semestinya menguntungkan. Menurut mereka penerimaan BP Parkir dari lahan parkir yang dikelolanya sendiri setiap tahun rata-rata hanya Rp 4,5 milyar-Rp 5 milyar saja. Sedangkan kontribusi parkir swasta mencapai Rp 8,1 milyar. "Kita hanya separuhnya saja dibandingkan parkir swasta,' kata Yani Mulyadi, Kepala BP Perparkiran DKI Jakarta. Anggaran yang disediakan Pemda DKI Jakarta untuk Perparkiran sekitar Rp 10 milyar sebulan.

Pada periode tahun 1999/2000, BP Parkir mengalami defisit hingga Rp 4,26 milyar. Artinya, BP Parkir hanya mampu menyetor Rp 5,59 milyar kepada penerimaan daerah. Angka itu jauh lebih kecil dibandingkan biaya yang dikeluarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 9,85 milyar untuk membiayai instansi tersebut.

Namun BP perparkiran tidak memberikan kesempatan pada PT. Adi Wira Sembada untuk mengembangkan KSO ini. Diduga dengan KSO ini BP perparkiran tidak bisa lagi mendapat masukan dari parkir-parkir liar yang ada, sehingga mengurangi pendapatannya. Tetapi hal ini pernah dibantah oleh pihak BP Perpakiran.

(Dewi Retno-TNR)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data