Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Privatisasi Danareksa Tidak Menawarkan Saham ke Publik
22 April 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalau dilepas 51 persen ke pasar, tak akan sanggup diserap. Lebih baik lewat investor strategis atau dibeli karyawan.
PT Danareksa (Persero) mengusulkan pola privatisasi dengan tidak menjual saham kepada publik. Tapi dengan dua opsi lain, yaitu menjual kepada investor strategis atau menjual saham kepada karyawan dan manajemen Danareksa.

Direktur Utama Danareksa Zas Ureawan menyatakan, usulan manajemen untuk privatisasi Danareksa sebaiknya minimum 51 persen saham yang dijual. Sedangkan pola yang disulkan, lanjutnya, kemungkinan bukan penawaran saham kepada publik atau Initial Public Offering. Karena, hal tersebut sulit dilakukan.

Alasannya, mengacu pada besarnya jumlah saham yang akan dilepas, sehingga diperkirakan tidak banyak investor yang akan membeli lewat bursa saham. “Kalau cuma 10 atau 20 persen saham saja pasar bisa. Tapi kalau sampai 51 persen, minat investor tidak banyak,” katanya kepada wartawan, di sela-sela CEO BUMN Briefing, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, kalau 51 persen dilepas ke pasar hanya dua atau tiga investor saja yang berminat. Selain itu, Zas meragukan, pasar akan mampu menyerap 51 persen saham yang akan dilepaskan itu. Karenanya, lanjut dia, lebih efektif jika dijual saja kepada investor strategis atau kepada karyawan dan manajemen Danareksa sendiri (Employee Management Buy Out / EMBO). “Pola itu yang cocok untuk perusahaan seperti Danareksa,” katanya.

Dia beralasan, Danareksa adalah perusahaan jasa keuangan, dimana orang-orangnya menjual jasa. Berbeda dengan pabrik, yang menghasilkan suatu produk barang tertentu. “Jadi keunggulannya di sumberdaya manusia, bukan perangkat,” tambahnya.

Dengan begitu, Danareksa harus menggandeng pihak ketiga untuk pendanaannya. Sebelumnya, telah ada beberapa investor asing yang berminat membeli Danareksa. Beberapa waktu lalu, Direktur Danareksa E. Firmansyah menyatakan, ada dua hingga tiga investor asing yang menyatakan minatnya. Hal ini dibenarkan oleh Zas. “Para investor itu juga merupakan perusahaan jasa keuangan,” katanya sambil menolak menyebutkan secara spesifik nama dan asal negara calon investor itu.

Seperti diketahui, pemerintah berencana akan melakukan privatisasi Danareksa, dengan menjual 51 persen kepemilikan sahamnya. Meski belum ada kepastian, selama ini Kantor Menneg BUMN dan manajemen Danareksa menyatakan pola yang digunakan adalah

Dalam kesempatan yang sama, Zas juga membenarkan bahwa Danareksa akan segera menerbitkan obligasi rupiah sekitar Rp 500 miliar. Menurut dia, dana hasil obligasi yang direncanakan berjangka waktu lima tahun itu, digunakan untuk pembayaran utang Danareksa yang jatuh tempo tahun ini. “Bukan membuat utang baru. Tapi untuk refinancing,” katanya.

Zas menjelaskan, tahun ini utang jangka pendek Danareksa yang jatuh tempo tahun ini skeitar Rp 400 miliar. Sedangkan total utangnya saat ini sejumlah US$ 73 juta dan Rp 800 miliar. Menurut dia, sebenarnya uang kas Danareksa cukup untuk membayar seluruh utang yang jatuh tempo itu. Tapi, lanjutnya, kalau dana tersebut dipakai untuk membayar utang maka modal kerja Danareksa tahun ini akan berkurang. “Tidak usah khawatir, karena uang kami cukup,” katanya meyakinkan.

(Yura Syahrul-TNR)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data