|
Ekbis
BPPN : Manajemen Baru Lippo Sudah Maksimal
16 April 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pokoknya Syafruddin Temenggung sudah puas dengan mendudukkan 5 dari 9 komisaris.
Penunjukkan orang-orang BPPN dan pemerintah menjadi mayoritas manajemen baru Bank Lippo sudah merupakan hasil maksimal yang dilakukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). "Ini hasil maksimal saya," kata Ketua BPPN Syafruddin Temenggung kepada wartawan di Kantor BPPN, Wisma Danamon, Rabu (16/4).
"Saya menunjuk enam dari sembilan direksi, lima dari sembilan komisaris, itu harus fair dilihat. Kami 57 persen . Kalau mengikuti IMPA (Investment Management Performance Agreement) kita nggak bisa naruh apa-apa. Jadi saya itu sudah lebih dari IMPA dan itu perjuangan," kata dia menjelaskan.
Mengenai kekecewaan pengamat ekonomi karena Mochtar Riady tetap duduk sebegai presiden komisaris Bank Lippo, dirinya tidak mepermasalahkan. "Silahkan aja. Sekarang saya tanya kenapa sebelum saya cuma naruh satu orang saja, Why? Nah sekarang Syafruddin Temenggung bisa naruh enam dari sembilan direksi, lima dari sembilan komisaris," katanya membela diri.
Mengenai tuduhan bahwa hal itu hasil negosiasi dengan pemilik lama, dia membantah keras. Dia kembali menjelaskan bahwa berdasarkan IMPA sebenarnya pihaknya tidak boleh menempatkan mayoritas orang di luar Bank Lippo untuk duduk di dewan komisaris dan direksi. " Kalau IMPA itu saya break kan ada potensi saya dipermasalahkan. Tapi saya melangkah lebih jauh di mana saya memaksilmalkan share holder ini," kata dia.
Dia membenarkan bahwa komisaris bisa ikut campur dan bertanggungjawab dalam menjalankan perusahaan. "Tapi saya punya lima dari sembilan komisaris. Saya punya mayoritas," tegasnya. Mengenai citra Mochtar Riady yang dianggap buruk oleh masyarakat, dia tetap berpendapat bahwa yang menentukan baik buruknya Bank Lippo adalah direksi. "Sekarang saya tanya, kenapa saya presdir dan direksi, karena yang membuat laporan perusahaan itu direksi," kata dia.
(Sam Cahyadi - TNR)
|