Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

BTB Keluarkan Sikap Soal BVKS
16 April 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Akan ada bebas visa kunjungan sementara, berbiaya tak lebih dari US$ 18. Bagaimana kalau disalahgunakan ?
Bali Tourism Board (BTB) keluarkan sikap menyangkut Bebas Visa Kunjungan Sementara (BVKS). Surat normor: 069/BTB/K-IV/2003 yang ditujukan kepada Ketua DPRD Bali dan ditembuskan ke Presiden RI ini merupakan tindak lanjut hasil pertemuan Asosisi Industri Pariwisata se-Indonesia serta jajaran 13 April lalu di Denpasar.

Salah satu penyataan sikap tersebut pemberlakuan BVKS terhadap German, Jepang, Australia, Inggris, Belanda, Prancis dan Taiwan dengan nilai nominal tidak lebih US$ 18 Pernyataan sikap tersebut langsung ditandatangani Ketua BTB Putu Agus Antara, Selasa (15/4) kemarin.

Pencabutan bebas visa terhadap 48 negara sesuai Kepres No 18/2003 mendapat reaksi keras dari kalangan dunia industri pariwisata. Mereka mempertanyakan sikap pemerintah RI di satu sisi sektor pariwisata sebagai ujung tombak perolehan devisa - sehingga kunjungan wisatawan perlu ditingkatkan. namun disisi lain pemberlakuan Kepres no. 18/2003 dinilai memberatkan wisatawan yang akan berkunjung ke dalam negeri.

Negara-negara tertentu pemasok wisatawan terbanyak seperti Jepang, Australia, Inggris, Jerman, Belanda, Prancis dan Taiwan, tetap diberlakukn BVKS Visa kunjungan /visa on arrival diharapkan untuk dikenakan biaya seminim mungkin tidak melebihi US$ 18 agar tidak memberatkan wisatawan berkunjung ke Indonesia. Pelaksanaan teknis di lapangan atas penerapan kebijakan yang baru tersebut agar tetap memperhatikan kenyamanan para wisatawan.

Tapi Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra mengatakan, pemerintah juga punya rencana memberikan visa on arrival (saat kedatangan) kepada wisatawan. Tapi fasilitas itu bisa disalahgunakan, misalnya untuk bekerja di Indonesia. “ Kita akan kaji lagi usulan itu,’ katanya

(Alit Kertaraharja)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data