Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Deperindag Akui PTPN Kurang Mampu Impor Gula
16 April 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kambing hitam masalah gula lagi-lagi bea cukai : Kata Deperindag, sistem komputer bea-cukai macet.
Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) mengakui kasus langkanya gula dipasaran dikarenakan keteledoran PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, X, XI sebagai pemegang izin impor gula ketiga BUMN itu dinilai kurang mampu melakukan impor gula. Demikian diungkapkan oleh Dirjen Industri Kimia, Agro, dan Hasil Hutan, Deperindag, Zaenal Arifin, disela mendampingi Presiden Megawati soekarnoputri meninjau pabrik keramik kimia di Cikarang Jawa Barat Rabu (16/4).

Kendati demikian, Deperindag, tidak akan menjatuhkan sanksi tertentu terhadap PTPN karena sebagai BUMN, kewenangan untuk memberikan sangsi bukan berada ditangan Deperindag melainkan menteri negara BUMN. ”Itu kewenangan Meneg BUMN untuk menilai Direksi” kata Zaenal.

Ia menambahkan, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Deperindag juga telah memeriksa teguran kepada Direksi PTPN tersebut. Pemberian teguran itu atas perintah Memperindag Rini Soewandi. Karena keteledoran tersebut dinilai berdampak luas.

Menurut Zaenal, langkanya gula dipasaran dikarenakan ketidak beresan ditingkat distribusi gula impor. Gula sebanyak 36 ribu ton tertahan digudang Dolog DKI Jakarta. Semua itu bisa terjadi, katanya karena ada kerusakan sistem komputerisasi di bea cukai, akibatmya gula belum bisa dikeluarkan.Peristiwa ini dipengaruhi juga oleh keengganan sejumlah Gubernur menerima kapal gula impor untuk bongkar di wilayahnya. Akibatnya semua gula impor masuk melalui Jakarta.” Begitu ada masalah di Jakarta semuanya jadi terhambat” katanya.

Selain itu yang juga menjadi masalah adalah nakalnya para distributor. Mereka dinilai mengambil keuntungan terlalu besar. Karena distributor inilah harga eceran gula di pasar bisa mencapi Rp 6.000- Rp 7.000 per kilogram. Padahal berdasarkan perhitungan Deperindag, harga gula ditingkat distributor maksimal Rp 3900. Selanjutnya ditingkat retail harga maksimal Rp 4.300.Bila perhitungan itu dijalankan,diperkirakan harga eceran gula di pasar maksimal hanya Rp 4.500.

Zaenal menambahkan,saat ini 36 ribu ton gula impor yg tertahan digudang Dolog DKI Jakarta telah didistribusikan .Ia menjamin tidak akan terjadi kelangkaan gula lagi.

Deperindag juga telah meminta PTPN untuk memperbaiki kinerjanya. PTPN juga diminta mempercepat proses impor gula yang menurut jadwal harus sudah selesai sebelum Mei. Karena bulan depan kebutuhan gula dalam negeri sudah bisa dipenuhi dari produk lokal sebesar 600 ton yang akan disuplai dari Jateng, Jateng dan Lampung.

Saat ini kebutuhan gula dalam negeri sebesar 190 ribu ton perbulan. Untuk memenuhi kebutuhan itu, pemerintah mengimpor 150 ribu ton perbulan, dan sisanya berasal dari gula cadangan produksi lalu.

(Retno Sulistyowati - TNR)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data